Perbedaan antara kerajaan dan kesultanan di Indonesia

Selamat datang Saudara-saudara masih dengan saya membahas tentang sejarah jaman kerajaan perbedaan penyebutan kerajaan dan kesultanan terjadi setelah masuknya ajaran Islam ke Indonesia. Kerajaan pada hakikatnya adalah sebuah pemerintahan yang dipimpin oleh seorang raja. Raja merupakan seseorang yang memiliki kekuasaan tidak terbatas. 

Jadi, raja dapat melakukan kebijakan apa pun yang dia kehendaki berkaitan dengan kerajaannya. Hal ini sesuai dengan ajaran Hindu-Buddha di mana raja diibaratkan sebagai perwujudan dewa-dewa di dunia, sedangkan dewa itu sendiri adalah sesembahan bagi agama Hindu-Buddha.

Perbedaan Raja dan Sultan


Biasanya raja dalam mengambil kebijakan, sesuai dengan hukum-hukum agama Hindu-Buddha atau meniru dari tradisi nenek moyang yang telah ada. Apabila kebijakan tidak sesuai dengan hal tersebut, rakyat tetap patuh kepada raja.

Hal ini disebabkan raja merupakan perwujudan dewa di dunia yang harus senantiasa dipatuhi. Itulah mengapa disebut raja dan kerajaan, karena menginduk dari sifat penguasa yang ada. Raja dan kerajaan sendiri merupakan istilah yang diambil dari budaya Hindu-Buddha sendiri.

Hal ini berbeda dengan kesultanan. Dalam kesultanan, pemimpin disebut dengan sultan. Sultan berbeda dengan raja karena sultan tidak dianggap sebagai dewa atau sesembahan. Sultan dalam bahasa Arab berarti kekuatan, maksudnya adalah manusia biasa yang memiliki kekuatan lebih sehingga ditunjuk oleh Tuhan untuk menjadi pemimpin di dunia.

Dalam memimpin, sultan harus sesuai dengan hukum-hukum atau syariat Islam yang datangnya dari Tuhan (Allah). Apabila kebijakan sultan bertentangan dengan hukum-hukum Tuhan, maka tidak ada kewajiban bagi rakyat untuk mematuhinya, bahkan perintah atau kebijakan tersebut tidak boleh dijalankan, karena dapat berakibat dosa.

Jadi, sultan dalam mengambil keputusan harus sesuai dengan hukum Islam yang ada. Jadi perbedaan mendasar antara raja dengan sultan adalah mengenai keleluasaannya dalam mengambil kebijakan. Raja dapat melakukan kebijakan apa pun yang dia kehendaki, sedangkan sultan harus sesuai prinsip-prinsip hukum agama Islam. 

Baca juga di bawah ini :


Selain itu, raja lebih diagung-agungkan bahkan disembah sebagai dewa, sedangkan sultan hanya dihormati rakyat layaknya orang biasa. Itulah mengapa para ahli lebih cenderung menggunakan nama kesultanan dan sultan untuk menyebut kerajaan yang telah bercorak Islam.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel