Langsung ke konten utama

Asal usul sejarah kesultanan mataram (kadipaten)

Di dalam sejarah peninggalan kerajaan banyak sejarah-sejarah yang berguna bagi kita untuk mengetahui sejarah masa lampau, kali ini saya akan mengulas sejarah Kesultanan Mataram. Kesultanan Mataram merupakan kesultanan yang merupakan terusan dari Kesultanan Demak dan Kesultanan Pajang.

Pada awal mulanya Mataram adalah sebuah kadipaten yang dipimpin oleh Ki Ageng Pamanahan dan merupakan daerah kekuasaan Kesultanan Pajang. Ki Ageng Pamanahan mendapatkan posisi di Kadipaten Mataram karena jasanya membantu Sultan Hadiwijaya (Sultan Pajang) dalam meredakan perang saudara di Demak yang akhirnya menjadikannya sebagai sultan di Pajang.

Ki Ageng Pamanahan

Sepeninggalan Ki Ageng Pamanahan, Kadipaten Mataram diserahkan pada putranya yang bernama Danang Sutawijaya. Sepeninggalan Sultan Hadiwijaya, Pajang mengalami perang saudara antara pangeran Benowo (putra sultan) dengan Arya Pangiri (keturunan Sultan Trenggono).

Atas bantuan Sutawijaya, Pangeran Benowo dapat memperoleh kekuasaannya dan meredakan pemberontakan. Karena Pangeran Benowo merasa tidak cocok memegang pemerintahan, justru kekuasaan dengan sukarela diserahkan pada Danang Sutawijaya yang saat itu menjadi adipati di Mataram.

Baca juga di bawah ini :


Dengan demikian Sutawijaya memindahkan pusat pemerintahannya ke Mataram, tepatnya di Kota Gede yang saat ini merupakan daerah Yogyakarta. Kesultanan Pajang diganti menjadi Kesultanan Mataram dengan sultan pertamanya Sutawijaya dengan gelar Panembahan Senopati.

Postingan populer dari blog ini

Arti makna Nefo dan Oldefo

Federasi Malaysia nantinya beranggotakan semua bekas jajahan Inggris di wilayah Asia Tenggara. Usaha pembentukan Federasi Malaysia juga mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, khususnya dan negara-negara Barat pada umumnya. Pemerintah Indonesia yang ketika itu dipimpin oleh Presiden Soekarno melihat pembentukan Federasi Malaysia menyatakan bahwa itu merupakan bentuk kolonialisme baru.
Apalagi, pada saat itu berkembang wacana The New Emerging Forces (Nefo) melawan The Old Established Forces (Oldefo). Nefo adalah lambang kelompok negara-negara yang baru merdeka atau yang menentang imperialisme dan kolonialisme, sosialisme, serta komunis.

Pengertian Nefo, Oldefo, Ganefo

Oldefo adalah lambang negara-negara yang telah mapan dan melaksanakan imperialisme dan kolonialisme/kapitalisme dan negara sedang berkembang yang cenderung pada imperialisme/kolonialisme. Dengan demikian apapun bentuknya imperialisme dan kolonialisme harus dihapuskan.
Pada umumnya hubungan antara negara-negara yang bar…

Materi kandungan Q.S. Yunus ayat 101 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 164

a. Kandungan Q.S. Yunus ayat 101
1. Allah SWT menyerukan kepada Rasulullah SAW, orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan agar mereka mau memperhatikan dan berpikir tentang jagad raya ini.


2. Di jagad raya Allah SWT telah menciptakan bintang, bulan, matahari, bumi, langit, asteroid, planet, dan lain-lain.
3. Allah SWT menciptakan matahari dengan sinarnya yang terang hanyalah satu dari sekitar 100 miliar bintang yang terdapat dalam galaksi Bimasakti.
4. Allah SWT telah menciptakan planet, komet, asteroid, meteor, dan satelit yang mengorbit, sebagai benda-benda langit yang senantiasa mengelilingi matahari.
5. Dialah Allah SWT yang menciptakan bumi ini untuk seluruh makhluk yang hidup dan berkembang biak di dalamnya yang memiliki jarak 149.600.000 km antara bumi dan matahari.
b. Kandungan Q.S. Al-Baqarah ayat 164
1. Langit terdiri dari berbagai jenis benda-benda yang berkelompok. Setiap kelompok memiliki tatanannya sendiri secara beraturan dan setiap satuan da…

Beberapa pendapat peristiwa G 30 S/PKI

Menurut Cleren W. Hall dalam Readers Digest edisi November 1996 peristiwa G 30 S/PKI sebagai manuver PKI dan Sukarno untuk melanjutkan skenario politik yang telah mereka susun selama Demokrasi Terpimpin . Versi ini menyimpulkan bahwa Sukarno dan PKI dalang dibalik peristiwa tersebut.
Menurut Benedick Richard Ogusman Anderson dan Ruth Mc. Key yang dikenal sebagai Curnell Paper. Sebuah artikel yang menyimpulkan peristiwa G 30S/PKI adalah peritiwa listen AD dan PKI bukanlah dalangnya.

Sedangkan Peter Dele Scott, menulis dalam Pasific Affairs (1984), bahwa CIA adalah dalang dibelakang G 30 S/PKI. Sementara Kathy Kadene, wartawati kantor berita State New Servis AS, menyatakan bahwa CIA telah memberikan 5000 nama tokoh PKI kepada Angkatan Darat 1965 yang kemudian dibunuh akibat kegagalan G 30 S/PKI.
Kemudian menurut buku putih yang diterbitkan oleh Sekneg mengungkap keterkaitan Presiden Soekarno tidak dinilai sebagai aktor pasif. Presiden Soekarno hanya memberi peluang PKI untuk memenuhi a…