Peperangan lain negara jepang

Selain melawan negeri China, Jepang juga mengadakan peperangan lain dan diplomasi untuk mencapai tujuannya.

a. Persekutuan Inggris - Jepang.

Kekecewaan Jepang terhadap Rusia yang memperoleh Port Arthur dari China menyebabkan Jepang mendekati Inggris yang juga merupakan lawan Rusia. Antara Inggris dengan Jepang diadakan Perjanjian Persekutuan (Anglo Japanese Alliance) yang berlaku dua puluh tahun (1902 - 1922).

Isi persetujuan antara Jepang dengan Inggris :

  • Inggris mengakui kepentingan politik-militer-ekonomi Jepang di Korea.
  • Jepang memberikan keleluasaan kepada Inggris untuk bertindak di China.
  • Bila terjadi perang antara Jepang dengan Rusia, Inggris berlaku netral.

Persetujuan tersebut mempunyai beberapa arti penting :

  • Bahwa Jepang sudah dianggap sederajat dengan negara Barat yang merupakan emansipasi Jepang.
  • Negara-negara besar dapat semaunya merencanakan gerakan ekspansinya di negara-negara lain yang dianggapnya lemah tanpa menghormatinya sebagai negara yang berdaulat.
  • Merupakan persiapan bagi Jepang untuk menghadapi Rusia yang dianggap sebagai penghalang ekspansinya di kawasan Korea maupun Mansuria.

b. Perang Jepang - Rusia.

Jepang meningkatkan kekuatan darat dan lautnya serta mengadakan persekutuan dengan Inggris sebagai persiapan mengadakan perang terhadap Rusia. Serangan mendadak oleh Jepang atas pelabuhan Port Arthur merupakan permulaan perang. Perang hanya berlangsung kira-kira setahun (1904 - 1905).

Peperangan lain negara jepang

Sebab-sebab terjadinya perang :

  • Jepang menguasai Korea sebagai daerah untuk keperluan industri dan pemindahan penduduknya serta untuk pertahanan negaranya terhadap kemungkinan serangan dari daratan Asia.
  • Rusia ingin mendapatkan Korea dalam rangka melaksanakan Politik Air Hangatnya. Setelah Rusia memperoleh Wladivostok, masih menginginkan Mansuria, Semenanjung Liao-tung dan Korea sebagai daerah pengaruhnya.

Pendadakan yang dijalankan oleh angkatan laut Jepang di bawah Laksamana Togo pagi hari atas Port Arthur menyebabkan sebagian besar armada Rusia hancur (1904). Kemudian, angkatan darat Jepang di bawah Jenderal Nogi menduduki Mukden dan daerah-daerah lain yang penting di Korea.

Bantuan tentara Rusia melalui daerah Siberia sulit dilakukan karena musim dingin. Sehingga angkatan laut Rusia dari Laut Baltik dikerahkan ke perairan Laut Kuning. Inggris yang menguasai Terusan Suez tidak mengizinkan armada Rusia melaluinya, sehingga armada Rusia terpaksa melalui selatan Afrika.

Di bawah Laksamana Rojetwenski armada Rusia yang kuno dengan anak buah yang sudah keletihan akibat pelayaran jauh dihancurkan oleh Laksamana Togo yang memimpin armada modern dengan anak buah yang tinggi semangat tempurnya. Dunia terkejut atas peristiwa di Selat Tsyusima tanggal 27 Mei 1905, dan Rusia terpaksa mengalah terhadap Jepang.

Amerika Serikat takut bila Jepang mendiktekan suatu perjanjian seperti yang sudah dilakukan terhadap China, karena itu negara tersebut menjadi perantara perdamaian. Dalam Perjanjian Portsmounth di Amerika Serikat (1905) ditetapkan beberapa hal sebagai berikut ini :

  • Jepang memperoleh Port Arthur dan Sakhalin Selatan.
  • Korea menjadi mandat Jepang (kenyataannya sudah diduduki).
  • Rusia akan mengundurkan diri dari Mansuria (namun tidak ditepati).
  • Jepang memperoleh konsesi kereta api dan tambang di Mansuria.
  • Konsesi Jepang dapat dilindungi dengan tentara (merupakan persiapan untuk menguasai Mansuria).

Baca juga di bawah ini :



Perang singkat tersebut mempunyai arti atau akibat besar bagi Jepang, Rusia maupun bangsa-bangsa lain :

1. Bagi Jepang.

Jepang tumbuh sebagai negara kuat dan makin yakin akan dirinya serta mampu melanjutkan ekspansinya. Korea dijadikan wilayah kekuasaannya (1910), 21 Tuntutan kepada China diajukan (1915) dan Mansuria diduduki (1931). Karena kuatnya rintangan di Pasifik terhadap Politik Air Hangat yang dijalankan, maka Rusia mengalihkannya ke Semenanjung Balkan.

2. Bagi Bangsa Asia.

Kemenangan Jepang sebagai bangsa Timur atas bangsa Barat secara gemilang menyadarkan bangsa Timur yang umumnya terjajah oleh bangsa Barat. Semboyan bahwa bangsa Barat selalu menang atas bangsa Timur ternyata tidak benar. Maka timbullah semangat kebangsaan (nasionalisme) sejak permulaan abad ke-20 yang bertujuan memperoleh kembali kemerdekaannya.

3. Bagi Bangsa Barat.

Bangsa Barat sadar bahwa Jepang merupakan suatu bahaya (bahaya kuning) terhadap kedudukannya di Asia. Karena itu, dijalankan pembatasan-pembatasan terhadap aktivitas Jepang terutama dalam ekonomi di daerah jajahannya (restriksi) dan diadakan perjanjian internasional.

Jepang sudah ikut serta dalam Perang Dunia I dengan memusuhi bekas gurunya yaitu Jerman, karena menginginkan jajahan Jerman di Pasifik. Usaha itu berhasil dengan memperoleh Kepulauan Mariana dan Karolina sebagai mandatnya. Di dalam Perang Dunia II Jepang ikut menjadi penyebab terjadinya perang dengan pendadakannya atas pelabuhan Pearl Harbour (1941).

Di dalam perang yang disebutnya sebagai Perang Asia Timur Raya (Dai Tooa Sensoo) Jepang berhasil menduduki wilayah Asia Timur. Karena kalah perang setelah dibom atom (1945), maka Jepang kehilangan daerah-daerah jajahannya dan kembali pada wilayah Jepang sendiri.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel