Peranan amerika serikat kepada jepang modern

Sejak pertengahan abad ke-19 Jepang mengalami masa baru yang membawa kecerahan setelah meninggalkan politik isolasi. Setelah Amerika Serikat menjadi negara Pasifik dan lebih-lebih setelah industrinya maju, negara itu mulai berkepentingan di wilayah Asia. Dibandingkan dengan bangsa Barat lainnya, Amerika Serikat ketinggalan dalam imperialisme di Asia.

Sementara itu Jepang merupakan negara yang belum dibuka atau dikuasai oleh bangsa Barat, sehingga bila Amerika Serikat tidak mendahuluinya bangsa Barat lainnya akan melakukannya juga. Letak Jepang antara Amerika dan Asia sangat baik bagi kapal-kapal Amerika Serikat yang memerlukan tempat istirahat bagi awak kapalnya.

Usaha Laksamana Biddle untuk mengadakan hubungan dagang dengan Jepang ditolak oleh Shogun (1846). Karena itu, pada tahun 1853 Laksamana Matthew C. Perry datang dengan empat buah kapal perang dan mengancam Jepang. Jepang yang belum memiliki senjata modern meminta waktu satu tahun. Kemudian, datang pula Rusia dan Prancis dengan maksud sama yang menyebabkan Jepang makin tersudut.

Kedatangan Laksamana Perry dengan tujuan kapal perang berhasil memaksa Shogun Iyesada menandatangani Perjanjian Shimoda yang berisi bahwa pelabuhan Shimoda dan Hakkodate dibuka untuk bangsa asing (1854). Perjanjian tersebut diperluas dengan dibukanya pelabuhan lain yaitu Yokohama, Nagasaki, Kobe, Osaka dan Niigata (1858). Dengan demikian Jepang makin terbuka lebar bagi bangsa asing.

Pendobrakan bangsa asing menimbulkan akibat luas yang membawa perubahan dalam sejarah Jepang. Perubahan-perubahan tersebut adalah sebagai berikut ini :


  • Meluapnya perasaan anti Shogun. Shogun yang sebelumnya dianggap sangat kuasa dan kuat terbukti lemah terhadap bangsa asing, karena mau mengalah. Ia dianggap telah menjual negeri Jepang kepada bangsa asing.
  • Gerakan pro-Tenno makin kuat. Komei Tenno yang menolak menandatangani Perjanjian Shimoda dianggap orang kuat dan Shogun harus mengembalikan kekuasaan kepada Tenno agar sesuai dengan ajaran Shinto.
  • Timbulnya pemberontakan. Kelemahan pemerintahan Shogun memberi kesempatan keluarga lain yang selama itu tertekan untuk berontak. Di antaranya oleh keluarga Satsuma dan Coshu yang diarahkan kepada bangsa asing di Shimonoseki (1863). Perlawanan itu dihadapi oleh bangsa asing dengan kekerasan senjata yang menimbulkan peristiwa Shimonoseki dan sadarlah Jepang bahwa mereka ketinggalan dalam persenjataan dan teknologi.
  • Terjadinya Meiji Restorasi. Sebab-sebab terdahulu memperkuat gerakan agar Tenno kembali memegang kekuasaan (restorasi). Pada tahun 1967 Komei Tenno wafat dan digantikan oleh Mutsuhito yang bergelar Meiji Tenno (1867 - 1912), sementara itu Shogun Iyesada telah diganti oleh Shogun Yoshinobu.

Baca juga di bawah ini :



Persaingan antara kelompok Tenno dengan Shogun makin memuncak yang dicampuri oleh bangsa asing. Inggris membantu Tenno, sedangkan Prancis yang merupakan saingan Inggris membantu Shogun. Untuk menghindarkan perang saudara dan menghentikan campur tangan asing, maka Shogun Yoshinobu yang bijaksana itu menyerahkan kekuasaannya kepada Tenno Meiji pada tanggal 19 November 1867. Peristiwa itu disebut Meiji Restorasi (14 Desember 1868).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel