Ali Jinnah gubernur jenderal pakistan pertama

Setelah Partai Kongres cenderung dengan pengertian India ialah Hindu, maka golongan Islam sebagai minoritas berusaha membentuk partai sendiri agar dapat mendirikan negara Islam. Inggris melaksanakan devide et impera dengan membagi propinsi Benggala menjadi Benggala Barat untuk orang Hindu dan Benggala Timur untuk orang Islam (1905).

Timbullah Moslem League (1906) dengan tokoh-tokohnya Muhammad Ali Jinnah dan Liaquat Ali Khan yang mencita-citakan berdirinya negara Islam. Dibandingkan dengan sikap Partai Kongres, sikap Moslem Leaque lebih moderat.

Karena partai ini kecil maka perlu bersikap baik terhadap Inggris yang dianggap sebagai pelindungnya. Perjuangannya berhasil dengan diperolehnya status dominion yang diperoleh India (15 Agustus 1947). Ali Jinnah sebagai gubernur jenderal Pakistan yang pertama.

Ali Jinnah gubernur jenderal pakistan pertama

Kemudian, Pakistan mengikuti India menjadi republik (1956) dengan Mayjen Mirza sebagai presiden. Di dalam menghadapi PEMILU 1958 terjadi kericuhan. Sementara itu keadaan negara mengalami kemunduran, sehingga untuk mengatasinya Jenderal Ayub Khan diangkat menjadi perdana menteri, kemudian menggantikan Mirza sebagai presiden (1958 - 1969).

Tata demokrasi yang dianjurkan mendapat tantangan dari Combined Opposition Party dibawah Fatimah Jinnah, sementara itu Sheik Mujibur Rakhman dari Pakistan Timur dengan Liga Awami menuntut otonomi bagi daerahnya.

Sedangkan Zulfikar Ali Bhutto mendirikan People's Party yang menganut aliran sosialisme Islam. Dalam situasi yang makin parah, Jenderal Agha Mohammad Yahya Khan mengambil kekuasaan dan mengangkat dirinya menjadi presiden (1969).

Tetapi Pakistan tidak mampu mengatasi pergolakan di Pakistan Timur yang mendapat dukungan dari India. Tahun 1971 Ali Bhuto memenangkan PEMILU dan diangkat menjadi perdana menteri tetapi dalam pemilu berikutnya ia dianggap curang sehingga dibatalkan.

Kembali terjadi kekacauan sehingga pihak tentara di bawah Jenderal Zia ul Hag mengambil kekuasaan. Ali Bhutto dituduh mengadakan pembunuhan terhadap lawan-lawan politiknya, sehingga dijatuhi hukuman mati. Zia ul Hag menjadi presiden baru.

Ia memerintah sangat otoriter. Suatu sabotase yang berhasil dapat menewaskannya, dalam pesawat terbang yang dinaiki. Suasana demokrasi kembali timbul. Putri Zulfikar Ali Bhutto bernama Benazir Bhutto yang memimpin Partai Rakyat Pakistan memenangkan Pemilu di Pakistan walaupun tidak memperoleh suara mayoritas.

Oleh Presiden baru Pakistan Ghulam Ishaq Khan, Benazir Bhutto dilantik sebagai perdana menteri wanita pertama di negara Islam (1988). Hanya dua puluh bulan ia memerintah, karena diberhentikan oleh Ghulam Ishaq dengan tuduhan melakukan korupsi dan nepotisme (1990).

Perdana menteri baru ialah Ghulam Mustafa Jatoi, pemimpin Partai Rakyat Nasional yang semula pendukung Benazir Bhutto. Namun akhirnya Ghulam Mustafa Jatoi digantikan oleh Mian Nawaz Sharif. Sementara itu hubungan Pakistan dengan India selalu tegang, karena masalah Kashmir yang disengketakan.

Baca juga di bawah ini :



Kashmir penting artinya bagi Pakistan karena sumber air sungai Pakistan berasal dari daerah itu dan penduduknya sebagian besar beragama Islam. Sedangkan India menganggap Kashmir sebagai tempat suci dengan rajanya yang beragama Hindu. Bagi Pakistan dan India daerah tersebut penting untuk pertahanan negaranya khususnya terhadap RRC. Antara kedua negara sering terjadi pertikaian lain karena soal perbatasan negara.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel