India merdeka status dominion (15 Agustus 1947)

Kedudukan Inggris di India dalam Perang Dunia II makin sulit, karena Jerman sebagai lawannya makin kuat, sedangkan Jepang mengancam Inggris dari arah Timur. Sementara itu kaum pergerakan tidak bersedia lagi membantu Inggris. Gandhi menyerukan Quit India, artinya tinggalkan India.

Inggris mengadakan penangkapan atas tokoh-tokoh Kongres seperti Gandhi dan J. Nehru tetapi keadaan justru makin kacau. Inggris yang diperintah oleh Partai Konservatif di bawah Winston Churchill berusaha membujuk India dengan janji status dominion, tetapi rakyat India tetap menuntut purna swaraj.

Setelah Partai Konservatif kalah dalam PEMILU, pemerintahan digantikan oleh Partai Buruh di bawah Attle (1945). Inggris menjanjikan kemerdekaan dalam bentuk status dominion juga, yang segera akan diwujudkan. Pemimpin-pemimpin India akhirnya menerimanya dengan taktik bahwa status itu hanya akan merupakan masa peralihan.

India memperoleh status dominion tanggal 15 Agustus 1947, tetapi pada tanggal 26 Januari 1948 diubahnya menjadi Republik India. Bandingkan dengan Indonesia yang menerima status RIS bulan Desember 1949, kemudian mengubahnya menjadi NKRI bulan Agustus 1950.

Menurut Konstitusi 1950 India terdiri atas 22 negara bagian dan beberapa negara federal. Perwakilannya merupakan bikameral, terdiri atas Lok Sabha (House of the People' s) dan Rajya Sabha (Council of States). Partai Kongres memerintah India sejak 1947 - 1977 dengan perdana menterinya J. Nehru (1947 - 1964). Lal Bahadur Shastri (1964 - 1966), Indira Gandhi (1966 - 1977).

Di dalam Pemilu 1977 Partai Kongres kalah dari Partai Janata di bawah Moraji Desai yang merupakan pecahan Partai Kongres. Tetapi, dalam PEMILU 1980 Partai Kongres di bawah Indira Gandhi kembali menang dan memerintah India.

Indira Gandhi wafat dibunuh oleh anggota pengawalnya dari etnis sikh. Ia digantikan oleh putranya Rajiv Gandhi, karena Partai Kongres memang masih mempunyai suara mayoritas dalam parlemen India. Di dalam PEMILU tahun 1988 Partai Kongres tidak lagi memperoleh suara mayoritas.

Karena Rajiv Gandhi tidak bersedia membentuk kabinet koalisi, ia digantikan oleh Pratapph Singh dari Front Nasional yang merupakan koalisi lima partai. Karena dukungan dari partai kiri, pemerintah menambah cadangan pekerjaan bagi kasta bawah.

Golongan mahasiswa yang umumnya dari kasta atas menentangnya sehingga menimbulkan korban. Sementara itu persoalan Kashmir menghangat kembali. Akhirnya Pratapph Singh digantikan oleh Chandra Shekhar. Pada awal Maret 1991 karena tekanan-tekanan dalam negeri Chandra Shekhar meletakkan jabatannya.

India merupakan negara demokrasi yang terbesar di dunia dengan penduduk sebanyak 650 juta. Masalah dalam negeri yang berat adalah penduduk yang mempunyai angka kelahiran 2,5%, sehingga setiap dua tahun penduduknya bertambah 25 juta. Usaha mengatasinya dilakukan dengan keluarga berencana dan Rencana Lima Tahun yang sudah beberapa kali dilakukan.

Baca juga di bawah ini :



Politik luar negerinya ditujukan untuk membantu perdamaian dunia dengan memegang peranan dalam konferensi-konferensi internasional seperti Konferensi New Delhi tahun 1947 dan 1949, Konferensi A - A I tahun 1955, Konferensi Nonblok tahun 1961. Walaupun India telah menjadi Republik, tetapi tetap menjadi anggota Commonwealth of Nations.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel