Indian revolution (J. Nehru)

J. Nehru memberi sebutan gerakan nasionalisme India sebagai Indian Revolution, sedangkan Inggris sebagai pengusaha waktu itu menyebutnya The Indian Mutiny (1857 - 1859) karena banyak tentara Sepoy (Sepahi) yang terlibat, maka disebut juga Pemberontakan Sepoy atau Sepahi.

Sebab-sebab terjadninya Indian Revolution :

  • Penderitaan rakyat India akibat penjajahan Inggris. Walaupun Inggris menjalankan kapitalisme dagang, penderitaan rakyat terasa juga.
  • Tentara Sepoy memperoleh perlakuan yang tidak adil dibandingkan dengan tentara Inggris. Mereka memperoleh pangkat dan gaji yang rendah, sedangkan tentara yang berkebangsaan Inggris memperoleh lebih tinggi.
  • Adanya perintah menjilat peluru agar pelumas pada peluru hilang. Prajurit Sepoy yang beragama Hindu mengira pelumas itu minyak sapi, sedangkan yang beragama Islam mengiranya minyak babi. Perintah itu dianggap sebagai penghinaan, karena itu ditolak.

Revolusi dimulai dari asrama militer di Meerut (New Delhi). Mereka membunuh orang-orang Inggris yang mereka temukan. Sultan Bahadur Syah, yaitu Sultan Mongol yang berkedudukan di Delhi diangkat sebagai raja. Revolusi meluas ke bekas kerajaan Maratha dan dipimpin oleh Ranee Lakhsmi Bai, seorang wanita keturunan raja Maratha.

Panglima tentara yang terkenal ialah Nana Sahib dan Tantia Topi yang berhasil membinasakan tentara Inggris di Cornpore. Dengan pesawat telegrap, tentara Inggris berhasil memberitakan ke seluruh India adanya pemberontakan, lalu menghimpun kekuatan yang sebagian berasal dari bangsa India yang setia. Akhirnya pemberontakan dapat dipadamkan dengan korban yang cukup besar.

Baca juga di bawah ini :



Akibat-akibat Indian Revolution :

  • Timbulnya nasionalisme India yang mencita-citakan adanya pemerintahan yang bebas dari penjajahan Inggris.
  • Pemerintah Inggris sadar bahwa pemerintahannya terlalu memikirkan kepentingan bangsanya tetapi mengabaikan kepentingan rakyat India. Sejak itu Inggris lebih memikirkan kepentingan kesejahteraan rakyat dengan memajukan pendidikan dan kesehatan.
  • EIC dibubarkan (1858) karena dianggap tidak sesuai lagi, bila suatu perusahaan dagang memerintah suatu wilayah yang demikian luas. Pemerintah EIC di India digantikan oleh pemerintah Inggris yang diwakili oleh raja muda (Vice Roy).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel