Kenya (nasionalisme di afrika tengah)

Daerah pantai timur Afrika Tengah pada umumnya merupakan jajahan Inggris, daerah tengah ialah jajahan Perancis dan daerah pantai barat jajahan Perancis atau Belgia. Pada akhir abad ke-19 Kenya merupakan daerah pengaruh Jerman dan Inggris.

Tetapi, setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia I Kenya menjadi daerah protektorat Inggris. Tahun 1920 kedudukannya diubah menjadi jajahan mahkota Inggris kecuali daerah pantainya. Gerakan nasional pertama lahir tahun 1944 dengan dibentuknya organisasi Kenya African Union (KAU).

Setelah Jomo Kenyatta kembali dari pendidikannya di Eropa, ia diangkat menjadi ketua KAU (1947). Sementara itu dari Suku Kikuyu telah timbul organisasi militan bernama Mau-Mau yang mengadakan perang gerilya dan menimbulkan banyak korban.

Inggris menyatakan daerah Kenya dalam keadaan darurat perang (1952) dan menumpas gerakan Mau-Mau yang menimbulkan korban Suku Kikuyu sebanyak 11.500 orang, dan 79.000 orang ditawan, termasuk Jomo Kenyatta.

Kemudian, didirikan Kenya African Democratic Union (KADU) yang mendapat dukungan dari pemerintah Inggris karena partai tersebut bersikap lunak terhadap Inggris. Di dalam pemilihan umum di Kenya tahun 1963 KAU memperoleh kemenangan, sehingga Jomo Kenyatta menjadi perdana menteri negara Kenya yang berpemerintahan sendiri.

Tahun berikutnya Kenya menjadi republik, dengan Jomo Kenyatta sebagai presiden pertama (1964). Usaha mendirikan Federasi Afrika Timur yang beranggotakan Kenya, Uganda, dan Tanganyika tidak berhasil, karena pertentangan kepentingan.

Baca juga di bawah ini :



Oposisi dipatahkan oleh Kenyatta dengan memenjarakan atau membunuh pelakunya, di antaranya Odinga Onginga yang pernah menjadi wakil presiden dan Kariyuki. Jomo Kenyatta meninggal pada bulan Agustus 1978, digantikan oleh wakilnya Daniel Moi (1979).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel