Lima ajaran Gandhiisme

Setelah Tilak meninggal, Mahatma Gadhi (1869 - 1948) tampil sebagai pemimpin Partai Kongres. Pemimpin yang selalu berpakaian sederhana itu memberi ajaran Gandhiisme yang terdiri atas lima hal yaitu sebagai berikut ini :

1. Swadeshi.

Swadeshi yaitu gerakan yang berusaha agar dapat mencukupi keperluan sendiri (berdiri di atas kaki sendiri atau berdikari). Alam telah menyediakan apa yang diperlukan oleh manusia, manusia tinggal mengusahakannya. Karena kaum imperialis mengambil kekayaan dari negara lain, berarti mereka melanggar hukum Alam.

Anjuran yang diberikan swadeshi ialah : menanam tanaman kapas, memintal benang, menenun kain sendiri. Gandhi memberikan contoh dengan membawa alat pintalnya kemana-mana dan memakai pakaian hasil karyanya sendiri. Ia menolak memakai pakaian hasil industri Inggris.

Lima ajaran Gandhiisme

2. Satyagraha.

Satyagraha yaitu gerakan yang tidak mau kerja sama (nonkoopeasi) atas dasar kebenaran. Inggris yang memerintah India adalah melakukan Satyagraha terhadap Inggris. Dianjurkan agar rakyat India tidak menyekolahkan anaknya ke sekolah-sekolah yang didirikan oleh Inggris, tetapi mengirimkan anak-anaknya ke sekolah yang diasuh bangsa India (sekolah nasional).

3. Ahimsa.

Ahimsa ialah gerakan melawan tanpa kekerasan (nonviolence). Menentang tanpa kekerasan untuk menghilangkan apa yang ditentangnya dengan mempergunakan kekuatan batin. Hal itu antara lain dilakukan Gandhi ketika ia bersama bangsa India di Afrika Selatan menghadapi tentara Inggris, yang membuat tentara Inggris justru tidak dapat berbuat apa-apa. Jangankan membunuh, menyakiti lawan pun tidak diperbolehkan oleh Gandhi.

4. Hartal.

Hartal ialah gerakan dengan suatu tindakan yang bersifat protes terhadap suatu kejadian atau keadaan. Misalnya apabila Inggris melakukan tindakan yang merugikan bangsa India, maka Gandhi mengajukan protes dengan mengadakan mogok makan atau bersumpah akan menjalankan puasa sampai Inggris mengakhiri tindakannya.

5. Purna Swaraj.

Purna Swaraj adalah gerakan yang memperjuangkan agar dapat memperoleh pemerintahan sendiri atas dasar kebudayaan (kemerdekaan penuh). Swaraj yang diperjuangkan oleh pemimpin-pemimpin sebelumnya dianggap sudah tidak sesuai lagi (1907). Sedangkan tawaran Inggris menjadikan India dominion juga kurang sesuai (1923) dan keinginan terakhir ialah untuk memperoleh purna swaraj (1930).

Baca juga di bawah ini :



Karena cara yang khas sesuai dengan ajaran agama dan kebudayaan Hindu, maka Kamarchand Gandhi mendapat gelar Mahatma yang berarti jiwa besar. Ia sempat menyaksikan negaranya menjadi negara yang purna swaraj selama empat hari, karena pada tanggal 30 Januari 1948 ia dibunuh oleh seorang fanatik yang tidak menyenangi cara-caranya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel