Langsung ke konten utama

Pembaharuan politik (Defence of India Act)

Di dalam Perang Dunia I Inggris harus menghadapi Jerman sebagai lawan tangguh. India merupakan sumber tenaga dan perbekalan yang penting di Asia. Sementara itu kaum nasionalis terus menentang penjajah Inggris. Untuk menghadapi keadaan di India dikeluarkan undang-undang darurat (Defence of India Act) yang berhasil menimbulkan ketenangan di India.

Walaupun demikian, India banyak membantu Inggris untuk memenangkan perang. Setelah perang, tuntutan keras kaum pergerakan timbul lagi, tetapi Inggris justru mengeluarkan undang-undang baru yang dikenal sebagai Rowlatt. 

Disebutkan di dalamnya bahwa bangsa India dapat diancam dengan tindakan keras sesuai dengan hukum perang bila mengadakan keonaran. Gandhi menentangnya dengan mengadakan gerakan ahimsa, satyagraha, dan hartal.

Suatu rapat raksasa yang akan diadakan oleh rakyat di Amritsar dihadapi oleh Inggris dengan kekerasan, sehingga menimbulkan banyak korban; peristiwa itu terkenal sebagai Amritsar Massacre (13 April 1919). Walaupun Jenderal Dyer yang memerintahkan tindakan itu kemudian dihukum, tetapi kebencian rakyat terhadap Inggris makin memuncak.

Begitu Dyer keluar dari penjara, sudah ada bangsa India yang menunggu untuk membunuhnya sebagai balas dendam. Inggris kemudian mengeluarkan Government of India Act 1919 yang didasarkan usul Montagu dan Chelmford.

Undang-undang itu berisi pembaharuan pemerintahan yang menitikberatkan pada pemerintahan propinsi. Urusan-urusan yang penting masih di tangan bangsa Inggris, sedangkan yang kurang penting sudah di tangan bangsa Hindu. Kaum radikal menentangnya tetapi kaum moderat menerimanya yang kemudian memisahkan diri dari Partai Kongres dan membentuk National Liberal Federation.

Untuk mengatasi tantangan kaum radikal dan karena makin kacaunya keadaan Inggris menyelenggarakan Konferensi Meja Bundar (Round Table Conference). Inggris bekerja atas dasar rencana Simon, sedangkan Kongres atas dasar rencana Motilal Nehru yang puas dengan tuntutan swaraj (dominion status).

Konferensi telah diadakan beberapa kali, tetapi hanya National Liberal Federation saja yang menghadirinya. Partai Kongres memboikotnya, sehingga hasilnya tidak memuaskan. Inggris kemudian mengeluarkan Goverment of India Act 1935 yang berisi hal-hal sebagai berikut :

  • Birma dipisahkan dari India.
  • India dibentuk sebagai negara federasi.
  • Propinsi diberi otonomi.
  • Undang-undang itu berlaku mulai tahun 1937.
  • Pertahanan dan urusan luar negeri tetap dipegang oleh gubernur jenderal Inggris.

Baca juga di bawah ini :



Undang-undang tersebut ''sejalan'' dengan The Tyding-Mc Duffie Act yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat untuk Filipina (1934).

Postingan populer dari blog ini

Arti makna Nefo dan Oldefo

Federasi Malaysia nantinya beranggotakan semua bekas jajahan Inggris di wilayah Asia Tenggara. Usaha pembentukan Federasi Malaysia juga mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, khususnya dan negara-negara Barat pada umumnya. Pemerintah Indonesia yang ketika itu dipimpin oleh Presiden Soekarno melihat pembentukan Federasi Malaysia menyatakan bahwa itu merupakan bentuk kolonialisme baru.
Apalagi, pada saat itu berkembang wacana The New Emerging Forces (Nefo) melawan The Old Established Forces (Oldefo). Nefo adalah lambang kelompok negara-negara yang baru merdeka atau yang menentang imperialisme dan kolonialisme, sosialisme, serta komunis.

Pengertian Nefo, Oldefo, Ganefo

Oldefo adalah lambang negara-negara yang telah mapan dan melaksanakan imperialisme dan kolonialisme/kapitalisme dan negara sedang berkembang yang cenderung pada imperialisme/kolonialisme. Dengan demikian apapun bentuknya imperialisme dan kolonialisme harus dihapuskan.
Pada umumnya hubungan antara negara-negara yang bar…

Materi kandungan Q.S. Yunus ayat 101 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 164

a. Kandungan Q.S. Yunus ayat 101
1. Allah SWT menyerukan kepada Rasulullah SAW, orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan agar mereka mau memperhatikan dan berpikir tentang jagad raya ini.


2. Di jagad raya Allah SWT telah menciptakan bintang, bulan, matahari, bumi, langit, asteroid, planet, dan lain-lain.
3. Allah SWT menciptakan matahari dengan sinarnya yang terang hanyalah satu dari sekitar 100 miliar bintang yang terdapat dalam galaksi Bimasakti.
4. Allah SWT telah menciptakan planet, komet, asteroid, meteor, dan satelit yang mengorbit, sebagai benda-benda langit yang senantiasa mengelilingi matahari.
5. Dialah Allah SWT yang menciptakan bumi ini untuk seluruh makhluk yang hidup dan berkembang biak di dalamnya yang memiliki jarak 149.600.000 km antara bumi dan matahari.
b. Kandungan Q.S. Al-Baqarah ayat 164
1. Langit terdiri dari berbagai jenis benda-benda yang berkelompok. Setiap kelompok memiliki tatanannya sendiri secara beraturan dan setiap satuan da…

Beberapa pendapat peristiwa G 30 S/PKI

Menurut Cleren W. Hall dalam Readers Digest edisi November 1996 peristiwa G 30 S/PKI sebagai manuver PKI dan Sukarno untuk melanjutkan skenario politik yang telah mereka susun selama Demokrasi Terpimpin . Versi ini menyimpulkan bahwa Sukarno dan PKI dalang dibalik peristiwa tersebut.
Menurut Benedick Richard Ogusman Anderson dan Ruth Mc. Key yang dikenal sebagai Curnell Paper. Sebuah artikel yang menyimpulkan peristiwa G 30S/PKI adalah peritiwa listen AD dan PKI bukanlah dalangnya.

Sedangkan Peter Dele Scott, menulis dalam Pasific Affairs (1984), bahwa CIA adalah dalang dibelakang G 30 S/PKI. Sementara Kathy Kadene, wartawati kantor berita State New Servis AS, menyatakan bahwa CIA telah memberikan 5000 nama tokoh PKI kepada Angkatan Darat 1965 yang kemudian dibunuh akibat kegagalan G 30 S/PKI.
Kemudian menurut buku putih yang diterbitkan oleh Sekneg mengungkap keterkaitan Presiden Soekarno tidak dinilai sebagai aktor pasif. Presiden Soekarno hanya memberi peluang PKI untuk memenuhi a…