Pemberontakan tai ping (rebellion)

Istilah pemberontakan (rebellion) dipergunakan oleh pemerintah Manchu yang mendapat perlawanan dari rakyat China. Sedangkan bangsa China khususnya pemerintah RRC sekarang lebih cenderung memakai istilah revolusi (revolution).

Faktor-faktor yang menyebabkan pemberontakan Tai Ping (Tai Ping Revolution) :

  • Kelemahan pemerintah Manchu : kelemahan pemerintah Manchu nyata sekali yaitu, ketidakmampuannya menghadapi bangsa asing.
  • Kemiskinan dan penderitaan rakyat : Pemerintahan Manchu dengan alat-alat pemerintahannya berupa gubernur atau panglima tentara (war lords) tidak banyak memikirkan kesejahteraan rakyat. Sementara itu tuan-tuan tanah memeras rakyat, sehingga timbul kemiskinan dan penderitaan rakyat.
  • Keinginan adanya masyarakat baru : Rakyat yang telah lama menderita menginginkan adanya masyarakat baru yang dapat memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan.
  • Perkembangan agama Kristen : Agama Kristen yang berkembang di negeri China memberikan ajaran tentang adanya masyarakat sejahtera seperti zaman Petrus yang tidak mengenal penindasan dan kekejaman, sebaliknya ada perlakuan adil terhadap sesamanya.
  • Timbulnya nasionalisme : Bangsa China menginginkan adanya pemerintahan bangsa sendiri, lepas dari penjajahan bangsa Manchu. Sebab di bawah pemerintahan nasional segala sesuatu akan dikerjakan sendiri dan untuk kepentingan bangsa China.

Pemberontakan tai ping (rebellion)

Pemberontakan yang berlangsung selama empat belas tahun (1850 - 1864) dipimpin oleh seorang yang mendapat pendidikan Kristen bernama Hung Siu-cwan. Pengikutnya terdiri atas kaum tani yang memperoleh pembagian tanah bekas milik tuan tanah.

Pada fase permulaan, perjuangan mereka murni dan disiplin, misalnya kekayaan yang diperoleh sebagai rampasan perang dipergunakan untuk dana perjuangan atau dibagikan kepada rakyat. Pada tahun 1853 Hung Siu-cwan mengangkat dirinya sebagai raja Tai Ping Tin Kuo, artinya Kerajaan Surga dan Damai Abadi.

Kota Nanking dijadikan ibu kotanya. Sejak itu perjuangan mengendor, karena pemimpinnya mulai memikirkan diri-sendiri. Pada waktu kota Tientsin hampir jatuh ke tangan Tai Ping, bangsa Barat membantu pemerintah Manchu untuk mengharapkan konsesi yang lebih besar.

Langkah yang diambil adalah membentuk tentara gabungan di bawah Jenderal Frederic T. Ward dan dinamakan The Ever Victorious Army. Setelah pimpinan di tangan Jenderal Charles G. Gordon tentara gabungan itu berhasil merebut kota Nanking dan mengalahkan pasukan Tai Ping.

Baca juga di bawah ini :



Pemberontakan Tai Ping mempunyai tiga arti penting, yaitu :

  • Merupakan pemberontakan sosial dengan tujuan agar pemerintah lebih memikirkan keperluan rakyat.
  • Merupakan pemberontakan nasional yang menginginkan pemerintahan bangsa sendiri.
  • Meruakan gerakan sosialis-komunis yang kemudian menjadi contoh bagi Kung Chang Tang di bawah Mao Zedong.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel