Langsung ke konten utama

Pemerintahan militer Jepang di RI

Indonesia bagian barat, yaitu Jawa - Madura dan Sumatra di bawah kekuasaan angkatan darat dengan komandannya Jenderal Hisaici Terauci berkedudukan di Saigon. Satuan yang berkuasa di Jawa - Madura adalah Tentara ke-16 di bawah Jenderal Imamura berkedudukan di Jakarta (nama baru dari Batavia).

Sedangkan satuan untuk Sumatra - Malaya adalah Tentara ke-25 di bawah Letnan Jenderal Yamashinta berkedudukan mula-mula di Shonanto (nama baru Singapura), kemudian dipindahkan ke Bukittinggi.

Pemerintahan angkatan darat disebut Gunseibu di bawah seorang Gunseikan. Indonesia bagian timur mulai dari Kalimantan sampai dengan Irian di bawah kekuasaan angkatan laut disebut Minseibu, merupakan bagian dari komando angkatan laut Jepang yang bermarkas di Penang.

Armada yang berkuasa di Indonesia ialah Eskader Laut Selatan II dipimpin oleh Laksamana Madya Sibata, bermarkas di Surabaya. Untuk memperoleh hubungan kerja yang baik, masing-masing angkatan menempatkan seorang perwira tinggi di wilayah yang bukan daerah kekuasaannya.

Angkatan laut Jepang menempatkan Laksamana Madya Tadashi Maeda di wilayah kekuasaan angkatan darat bertempat di Jakarta. Indonesia mempunyai arti penting bagi Jepang yang sedang berperang yaitu sebagai home front (medan belakang) yang harus mencukupi kebutuhan perang, berupa bahan makanan, tenaga kerja manusia, dan bahan-bahan strategis seperti minyak. Selain karena alamnya kaya, juga karena letaknya dekat daerah perang di Pasifik.

Baca juga di bawah ini :



  • Serbuan Jepang di kawasan selatan : dari Indo China ke Birma, Malaya - Singapura, dan Filipina - Indonesia.
  • Serbuan Jepang menuju Indonesia dan pertahanan ABDACOM dikawasan perairan Indonesia.

Postingan populer dari blog ini

Arti makna Nefo dan Oldefo

Federasi Malaysia nantinya beranggotakan semua bekas jajahan Inggris di wilayah Asia Tenggara. Usaha pembentukan Federasi Malaysia juga mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, khususnya dan negara-negara Barat pada umumnya. Pemerintah Indonesia yang ketika itu dipimpin oleh Presiden Soekarno melihat pembentukan Federasi Malaysia menyatakan bahwa itu merupakan bentuk kolonialisme baru.
Apalagi, pada saat itu berkembang wacana The New Emerging Forces (Nefo) melawan The Old Established Forces (Oldefo). Nefo adalah lambang kelompok negara-negara yang baru merdeka atau yang menentang imperialisme dan kolonialisme, sosialisme, serta komunis.

Pengertian Nefo, Oldefo, Ganefo

Oldefo adalah lambang negara-negara yang telah mapan dan melaksanakan imperialisme dan kolonialisme/kapitalisme dan negara sedang berkembang yang cenderung pada imperialisme/kolonialisme. Dengan demikian apapun bentuknya imperialisme dan kolonialisme harus dihapuskan.
Pada umumnya hubungan antara negara-negara yang bar…

Materi kandungan Q.S. Yunus ayat 101 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 164

a. Kandungan Q.S. Yunus ayat 101
1. Allah SWT menyerukan kepada Rasulullah SAW, orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan agar mereka mau memperhatikan dan berpikir tentang jagad raya ini.


2. Di jagad raya Allah SWT telah menciptakan bintang, bulan, matahari, bumi, langit, asteroid, planet, dan lain-lain.
3. Allah SWT menciptakan matahari dengan sinarnya yang terang hanyalah satu dari sekitar 100 miliar bintang yang terdapat dalam galaksi Bimasakti.
4. Allah SWT telah menciptakan planet, komet, asteroid, meteor, dan satelit yang mengorbit, sebagai benda-benda langit yang senantiasa mengelilingi matahari.
5. Dialah Allah SWT yang menciptakan bumi ini untuk seluruh makhluk yang hidup dan berkembang biak di dalamnya yang memiliki jarak 149.600.000 km antara bumi dan matahari.
b. Kandungan Q.S. Al-Baqarah ayat 164
1. Langit terdiri dari berbagai jenis benda-benda yang berkelompok. Setiap kelompok memiliki tatanannya sendiri secara beraturan dan setiap satuan da…

Beberapa pendapat peristiwa G 30 S/PKI

Menurut Cleren W. Hall dalam Readers Digest edisi November 1996 peristiwa G 30 S/PKI sebagai manuver PKI dan Sukarno untuk melanjutkan skenario politik yang telah mereka susun selama Demokrasi Terpimpin . Versi ini menyimpulkan bahwa Sukarno dan PKI dalang dibalik peristiwa tersebut.
Menurut Benedick Richard Ogusman Anderson dan Ruth Mc. Key yang dikenal sebagai Curnell Paper. Sebuah artikel yang menyimpulkan peristiwa G 30S/PKI adalah peritiwa listen AD dan PKI bukanlah dalangnya.

Sedangkan Peter Dele Scott, menulis dalam Pasific Affairs (1984), bahwa CIA adalah dalang dibelakang G 30 S/PKI. Sementara Kathy Kadene, wartawati kantor berita State New Servis AS, menyatakan bahwa CIA telah memberikan 5000 nama tokoh PKI kepada Angkatan Darat 1965 yang kemudian dibunuh akibat kegagalan G 30 S/PKI.
Kemudian menurut buku putih yang diterbitkan oleh Sekneg mengungkap keterkaitan Presiden Soekarno tidak dinilai sebagai aktor pasif. Presiden Soekarno hanya memberi peluang PKI untuk memenuhi a…