Langsung ke konten utama

Persiapan penyerbuan jepang terhadap sekutu

Sesuai dengan Rencana Tanaka (Tanaka Memorial), maka setelah Jepang menduduki Manchuria dan China, perhatiannya diarahkan ke kawasan selatan (Southern Area, Nanyo). Untuk keperluan tersebut, Jepang mengadakan persekutuan dengan Jerman dalam Anti-Comintern Pact (1936) yang ditujukan kepada Uni Soviet.

Persekutuan dua negara tersebut kemudian diperkuat dengan masuknya Italia dan terciptalah Axis Pact (1940) yang ditujukan ke negara-negara Barat. Tetapi untuk melaksanakan rencananya menguasai kawasan selatan, Jepang mengkhianati pakta yang telah diikuti dengan mengadakan perjanjian dengan Uni Soviet (1941).

Dengan perjanjian tersebut, Jepang dapat memusatkan perhatiannya ke selatan tanpa akan diserang Uni Soviet dari belakang. Sedangkan Uni Soviet juga dapat menghadapi Jerman tanpa diserang Jepang dari belakang (Manchuria).

Jepang pun mengadakan perjanjian dengan Perancis Vichy, yaitu pemerintahan boneka Perancis buatan Jerman. Disetujui oleh Perancis, bahwa Jepang dapat mempergunakan wilayah jajahannya di Indo China sebagai basis militernya (1941).

Prajurit yang dipersiapkan Jepang untuk menyerbu kawasan selatan jauh lebih besar daripada kekuatan gabungan Sekutu (Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda), Jepang memiliki 2.400.000 prajurit yang terlatih dan bersenjata lengkap di samping 3.000.000 orang, tersebar di Filipina, Hindia Belanda, Malaya, dan Singapura.

Baca juga di bawah ini :



Untuk mengalihkan perhatian dunia dari persiapan perangnya, Jepang mengadakan perundingan dengan Hindu Belanda dan Amerika Serikat. Di Jakarta utusan Jepang dengan utusan Hindia Belanda membicarakan soal perdagangan bilateral (1940 - 1941), sedangkan di Washington Amerika Serikat dengan Jepang membicarakan soal internasional.

Postingan populer dari blog ini

Arti makna Nefo dan Oldefo

Federasi Malaysia nantinya beranggotakan semua bekas jajahan Inggris di wilayah Asia Tenggara. Usaha pembentukan Federasi Malaysia juga mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, khususnya dan negara-negara Barat pada umumnya. Pemerintah Indonesia yang ketika itu dipimpin oleh Presiden Soekarno melihat pembentukan Federasi Malaysia menyatakan bahwa itu merupakan bentuk kolonialisme baru.
Apalagi, pada saat itu berkembang wacana The New Emerging Forces (Nefo) melawan The Old Established Forces (Oldefo). Nefo adalah lambang kelompok negara-negara yang baru merdeka atau yang menentang imperialisme dan kolonialisme, sosialisme, serta komunis.

Pengertian Nefo, Oldefo, Ganefo

Oldefo adalah lambang negara-negara yang telah mapan dan melaksanakan imperialisme dan kolonialisme/kapitalisme dan negara sedang berkembang yang cenderung pada imperialisme/kolonialisme. Dengan demikian apapun bentuknya imperialisme dan kolonialisme harus dihapuskan.
Pada umumnya hubungan antara negara-negara yang bar…

Materi kandungan Q.S. Yunus ayat 101 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 164

a. Kandungan Q.S. Yunus ayat 101
1. Allah SWT menyerukan kepada Rasulullah SAW, orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan agar mereka mau memperhatikan dan berpikir tentang jagad raya ini.


2. Di jagad raya Allah SWT telah menciptakan bintang, bulan, matahari, bumi, langit, asteroid, planet, dan lain-lain.
3. Allah SWT menciptakan matahari dengan sinarnya yang terang hanyalah satu dari sekitar 100 miliar bintang yang terdapat dalam galaksi Bimasakti.
4. Allah SWT telah menciptakan planet, komet, asteroid, meteor, dan satelit yang mengorbit, sebagai benda-benda langit yang senantiasa mengelilingi matahari.
5. Dialah Allah SWT yang menciptakan bumi ini untuk seluruh makhluk yang hidup dan berkembang biak di dalamnya yang memiliki jarak 149.600.000 km antara bumi dan matahari.
b. Kandungan Q.S. Al-Baqarah ayat 164
1. Langit terdiri dari berbagai jenis benda-benda yang berkelompok. Setiap kelompok memiliki tatanannya sendiri secara beraturan dan setiap satuan da…

Beberapa pendapat peristiwa G 30 S/PKI

Menurut Cleren W. Hall dalam Readers Digest edisi November 1996 peristiwa G 30 S/PKI sebagai manuver PKI dan Sukarno untuk melanjutkan skenario politik yang telah mereka susun selama Demokrasi Terpimpin . Versi ini menyimpulkan bahwa Sukarno dan PKI dalang dibalik peristiwa tersebut.
Menurut Benedick Richard Ogusman Anderson dan Ruth Mc. Key yang dikenal sebagai Curnell Paper. Sebuah artikel yang menyimpulkan peristiwa G 30S/PKI adalah peritiwa listen AD dan PKI bukanlah dalangnya.

Sedangkan Peter Dele Scott, menulis dalam Pasific Affairs (1984), bahwa CIA adalah dalang dibelakang G 30 S/PKI. Sementara Kathy Kadene, wartawati kantor berita State New Servis AS, menyatakan bahwa CIA telah memberikan 5000 nama tokoh PKI kepada Angkatan Darat 1965 yang kemudian dibunuh akibat kegagalan G 30 S/PKI.
Kemudian menurut buku putih yang diterbitkan oleh Sekneg mengungkap keterkaitan Presiden Soekarno tidak dinilai sebagai aktor pasif. Presiden Soekarno hanya memberi peluang PKI untuk memenuhi a…