Paham kebebasan liberalisme (kemerdekaan individu)

Liberalisme ialah paham yang mengutamakan kemerdekaan individu sebagai pangkal dan pokok pahamnya. Paham liberal berkembang di kota-kota Eropa dengan kaum borjuis atau bangsa, karena itu tidak memiliki ikatan kekeluargaan atau adat kebiasaan.

Kehidupan masyarakat kota yang bebas dan keras makin mendorong mereka hanya memikirkan keperluan sendiri dan berasing satu dengan lainnya. Peranan kaum borjuis makin besar setelah industri dan perdagangan menjadi mata pencaharian yang penting. Dalam tahap pertama kaum borjuis bekerja sama dengan gilda, tetapi kemudian menganggap, justru gildalah yang menjadi perintang kebebasan usahanya.

a. Undang-Undang Kebebasan.

Kaum liberal menentang setiap tindakan yang dianggapnya menekan kebebasan individunya. Di Inggris kebebasan individu akhirnya dijamin dengan dikeluarkannya undang-undang seperti Magna Charta (1215). Isinya antara lain bahwa seseorang (kecuali budak) tidak boleh ditangkap, dipenjara, disiksa, diasingkan, atau disita miliknya tanpa cukup alasan menurut hukum.

Dalam The Great Charter Liberties (1297) diakui adanya kebebasan bertindak bagi kota-kota dan kebebasan berdagang. Dalam Hobeas Coepus Act (1679) ditetapkan bahwa jika diminta hakim harus dapat menunjukkan alasan lengkap mengapa seseorang ditangkap, dan orang yang ditangkap harus diperiksa selambat-lambatnya dua hari.

Jika seseorang telah dibebaskan dari suatu perkara ia tidak boleh ditangkap lagi untuk perkara yang sama. Sedangkan Bill of Right (1689) menetapkan hak-hak parlemen sebagai perwakilan rakyat seperti membuat UU, menaikkan pajak, membentuk tentara harus seizin Parlemen, dan anggota Parlemen mempunyai kebebasan berbicara serta mengeluarkan pendapat.

Baca juga di bawah ini :



b. Revolusi Kebebasan.

Di Perancis dan negara-negara monarki absolut lain, kebebasan individu sangat dikekang sehingga menimbulkan revolusi (1789, 1830, 1848). Kaum borjuis yang memimpin revolusi akhirnya mengalahkan peranan kaum bangsawan dan rohaniawan gereja, yang sebelumnya memegang kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi, maupun sosial. Setelah revolusi 1848 di Eropa berkembang pesat paham liberal kemudian berkembang ke seluruh dunia sebagai salah satu way of life, dalam wujud bidang ;politik, ekonomi, agama, dan pers.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel