Wujud liberalisme (politik, ekonomi, agama, sastra)

a. Bidang Politik.

Dalam bidang politik, paham liberal tampak dalam demokrasi dan nasionalisme. Masyarakat terdiri atas individu, karena itu individu mempunyai hak menentukan kepentingan masyarakat. Timbullah demokrasi liberal dengan parlemen sebagai lembaga perwakilan rakyat.

PEMILU dengan satu orang satu suara merupakan forum bersaing untuk berkuasa dalam bidang politik, karena parlemenlah yang menentukan undang-undang atau jatuh bangunnya kabinet. Bagi bangsa-bangsa terjajah, paham liberal sejalan dengan nasionalisme yang menghendaki pemerintahan oleh bangsa sendiri. Pemerintahan oleh bangsa asing dilawan karena setiap bangsa memiliki hak menentukan nasib sendiri (the right of self determination).

b. Bidang Ekonomi.

Paham liberal dalam ekonomi berdasarkan kebebasan seseorang menentukan keperluan sendiri. Semboyan yang terkenal adalah Laisser faire, laisser passer, artinya biarkan semua berjalan sendiri, tak usah diatur. Tetapi, kebebasan yang mengutamakan keperluan sendiri dapat merugikan pihak lain, sehingga menimbulkan ekses-ekses para trust dan kartel, serta terjadinya depresi ekonomi.

c. Bidang Agama.

Di dalam bidang agama paham liberal berusaha agar agama dipilih dan ditentukan sendiri oleh yang bersangkutan, tidak boleh ada unsur paksaan dalam menganut agama. Tidak lagi seperti masa sebelumnya, yaitu rakyat harus menganut agama yang dianut oleh rajanya. Kelemahan paham ini adalah bila ada orang mengartikan dan melaksanakan ajaran agama menurut paham masing-masing.

Baca juga di bawah ini :



d. Bidang Pers dan Sastra.

Dalam bidang ini wartawan bebas memuat berita tentang sesuatu yang diketahuinya dan sastrawan bebas mengeluarkan isi hatinya. Karena tulisannya dibaca oleh umum, mereka dapat mempengaruhi pendapat umum (public opinion) yang oleh penguasa sering dinilai membahayakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Liberalisme memiliki kekuatan yang dapat dimanfaatkan manusia di mana pada dasarnya menghendaki kebebasan, tetapi juga dapat membahayakan bila kebebasan itu menghancurkan orang lain.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel