Karya seni lukis sotto in su dan hatching

a. Sotto In Su.

Di negara kita ini ternyata banyak kebudayaan seni, salah satunya seni lukis yang akan saya bahas di artikel di bawah ini. Saya akan memberikan sedikit pengalaman saya tentang seni lukis Sotton in su lukisan yang menunjukkan suatu ilusi.

Sotto in su yang berarti terlihat dari bawah atau populer pula dengan sebutan di sotto in su, ialah teknik lukisan ilusionistis yang biasanya digunakan untuk lukisan langit-langit untuk memberikan persepsi perspektif. Setiap elemen yang dilihat oleh pemirsa disusun agar memberikan ilusi yang tepat.

Karya seni lukis sotto in su dan hatching

Teknik ini biasanya banyak digunakan pada masa Barok untuk lukisan fresko. Telah diperkirakan teknik ini pertama kali digunakan Andrea Mantegna dalam Camera Degli Sposi (Mantua). Selain itu juga terdpat nama-nama Antonio de Corregio dalam Duomo Parma, Pietro de Cortona dengan karyanya Allegory of Divine Providence and Barberini Power di Palazzo Barberini, dan Andrea Pozzo dengan karyanya Apotheosis of St Ignatius.

Baca juga di bawah ini :



b. Hatching.

Hatching (hachure dalam Bahasa Prancis) dan juga cross-hatching adalah teknik dalam lukisan dan karya grafis yang digunakan untuk memberikan efek warna maupun bayangan dengan membuat garis-garis paralel.

Karya seni lukis sotto in su dan hatching

Jika garis-garis paralel ini ditimpa dengan garis-garis paralel lain yang saling berpotongan, maka teknik ini menjadi cross hatching. Perupa menggunakan teknik ini dengan memvariasikan jarak, sudut, panjang, dan jenis-jenis garis sehingga dihasilkan gradasi bayangan tertentu. Teknik ini sangat populer pada masa Renaisans Awal.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel