Langsung ke konten utama

Republik weimar (kondisi ekonomi Jerman)

Ebert dari partai Sosial Demokrat Jerman membentuk pemerintahan sementara (1918). Diadakan sidang nasional yang terdiri atas wakil-wakil rakyat Jerman di Kota Weimar dan berhasil membentuk UUD (1919. Menurut UUD tersebut, Jerman menjadi negara republik dan dikenal sebagai Republik Weimar yang dipimpin oleh seorang presiden dan dibantu oleh kabinet dan bertanggung jawab kepada parlemen.

Parlemen Jerman yang bikameral terdiri atas Reichsrat yang merupakan perwakilan daerah atau negara bagian dan Reichstag yakni merupakan perwakilan rakyat, Ebert dipilih sebagai presiden pertama (1919 - 1925), kemudian digantikan oleh Hindenburg (1925 - 1933).

a. Kesulitan yang dihadapi Jerman.

Republik Jerman banyak mengalami kesulitan akibat kekalahan dalam Perang Dunia I. Selain hancur di medan perang, juga harus membayar ganti kerugian perang sebanyak 136 milyar mark emas Jerman. Eksesekses dalam bidang sosial - ekonomi kemudian terjadi.

Karena Jerman pada tahun 1923 belum juga dapat membayar utang perangnya, maka Perancis yang merupakan musuh lamanya menduduki daerah Ruhr, padahal daerah itu merupakan pusat tambang dan industri Jerman.

Pendudukan tersebut dijawab oleh Jerman dengan memboikot tentara pendudukan, kaum buruh mengadakan aksi mogok dan mengadakan agitasi. Setelah diadakan Perjanjian Locarno, tentara pendudukan Perancis meninggalkan daerah Ruhr (1925).

Untuk membiayai rekonstruksi dan pembangunan negara, pemerintah Jerman menjalankan politik inflasi, yaitu mengeluarkan uang dalam jumlah besar melebihi persediaan barang dengan tujuan agar pekerjaan-pekerjaan yang produktif dapat dilaksanakan maka terjadilah kemakmuran semua yakni, kegiatan kerja tampak ada, tetapi upah buruhnya makin rendah.

Inflasi parah terjadi tahun 1923, yaitu $ 1 pada permulaan 1923 sama dengan 7.620 mark, awal November sudah 4,2 bilyun mark. Untuk mengatasi keadaan tersebut diberlakukan politik stabilisasi moneter dengan jalan mendirikan bank negara yang disebut Rentenbank dan berfungsi mengedarkan uang kertas baru yang disebut rentemark (RM).

Nilai kursnya adalah $ 1 = RM 42 = 4,2 bilyun M, jadi RM 1 sama dengan 1 bilyun M. Dr. Hjalmar Schacht berhasil mengendalikan keuangan Jerman. Ia adalah menteri keuangan yang sangat terkenal di negara itu. Bahkan pada tahun 1950 pernah diminta oleh pemerintah Republik Indonesia memberikan nasihat untuk menyehatkan ekonomi-keuangan Indonesia.

b. Dawes & Young Plan.

Amerika Serikat menaruh perhatian untuk memperbaiki ekonomi Jerman karena diharapkan negeri itu dapat menjadi pasaran bagi industrinya dan tempat penanaman modal. Untuk itu diadakan Dawes Plan (1924) yang menetapkan hal-hal berikut ini :

  • Perancis harus meninggalkan daerah Ruhr.
  • Jerman diperingan pembayaran kerugian perangnya menjadi 66 milyar mark emas.
  • Jerman mendapat pinjaman luar negeri untuk membangun industri dan perdagangannya.

Baca juga di bawah ini :


Setelah terjadi krisis dunia, Jerman mengalami lagi kesulitan ekonomi, sehingga Amerika Serikat mengadakan Young Plan (1929). Ditetapkan bahwa ganti kerugian perang Jerman menjadi 26,5 milyar mark yang dilunasi selama enam puluh tahun.

Postingan populer dari blog ini

Arti makna Nefo dan Oldefo

Federasi Malaysia nantinya beranggotakan semua bekas jajahan Inggris di wilayah Asia Tenggara. Usaha pembentukan Federasi Malaysia juga mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, khususnya dan negara-negara Barat pada umumnya. Pemerintah Indonesia yang ketika itu dipimpin oleh Presiden Soekarno melihat pembentukan Federasi Malaysia menyatakan bahwa itu merupakan bentuk kolonialisme baru.
Apalagi, pada saat itu berkembang wacana The New Emerging Forces (Nefo) melawan The Old Established Forces (Oldefo). Nefo adalah lambang kelompok negara-negara yang baru merdeka atau yang menentang imperialisme dan kolonialisme, sosialisme, serta komunis.

Pengertian Nefo, Oldefo, Ganefo

Oldefo adalah lambang negara-negara yang telah mapan dan melaksanakan imperialisme dan kolonialisme/kapitalisme dan negara sedang berkembang yang cenderung pada imperialisme/kolonialisme. Dengan demikian apapun bentuknya imperialisme dan kolonialisme harus dihapuskan.
Pada umumnya hubungan antara negara-negara yang bar…

Materi kandungan Q.S. Yunus ayat 101 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 164

a. Kandungan Q.S. Yunus ayat 101
1. Allah SWT menyerukan kepada Rasulullah SAW, orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan agar mereka mau memperhatikan dan berpikir tentang jagad raya ini.


2. Di jagad raya Allah SWT telah menciptakan bintang, bulan, matahari, bumi, langit, asteroid, planet, dan lain-lain.
3. Allah SWT menciptakan matahari dengan sinarnya yang terang hanyalah satu dari sekitar 100 miliar bintang yang terdapat dalam galaksi Bimasakti.
4. Allah SWT telah menciptakan planet, komet, asteroid, meteor, dan satelit yang mengorbit, sebagai benda-benda langit yang senantiasa mengelilingi matahari.
5. Dialah Allah SWT yang menciptakan bumi ini untuk seluruh makhluk yang hidup dan berkembang biak di dalamnya yang memiliki jarak 149.600.000 km antara bumi dan matahari.
b. Kandungan Q.S. Al-Baqarah ayat 164
1. Langit terdiri dari berbagai jenis benda-benda yang berkelompok. Setiap kelompok memiliki tatanannya sendiri secara beraturan dan setiap satuan da…

Beberapa pendapat peristiwa G 30 S/PKI

Menurut Cleren W. Hall dalam Readers Digest edisi November 1996 peristiwa G 30 S/PKI sebagai manuver PKI dan Sukarno untuk melanjutkan skenario politik yang telah mereka susun selama Demokrasi Terpimpin . Versi ini menyimpulkan bahwa Sukarno dan PKI dalang dibalik peristiwa tersebut.
Menurut Benedick Richard Ogusman Anderson dan Ruth Mc. Key yang dikenal sebagai Curnell Paper. Sebuah artikel yang menyimpulkan peristiwa G 30S/PKI adalah peritiwa listen AD dan PKI bukanlah dalangnya.

Sedangkan Peter Dele Scott, menulis dalam Pasific Affairs (1984), bahwa CIA adalah dalang dibelakang G 30 S/PKI. Sementara Kathy Kadene, wartawati kantor berita State New Servis AS, menyatakan bahwa CIA telah memberikan 5000 nama tokoh PKI kepada Angkatan Darat 1965 yang kemudian dibunuh akibat kegagalan G 30 S/PKI.
Kemudian menurut buku putih yang diterbitkan oleh Sekneg mengungkap keterkaitan Presiden Soekarno tidak dinilai sebagai aktor pasif. Presiden Soekarno hanya memberi peluang PKI untuk memenuhi a…