Langsung ke konten utama

Timbulnya partai nazi dipimpin oleh Hitler

Beberapa orang, di antaranya Adolf Hitler mendirikan Deutsche Arbeiter Partei (Partai Buruh Jerman) di Munchen (Munich) tahun 1919. Setelah Hitler memegang pimpinan, partai yang semula kecil itu berkembang dan namanya diubah menjadi National-Sozialistiche Deutsche Arbeiter-Partei (NSDAP), disingkat Partai Nazi.

Sebab-sebab timbulnya Partai Nazi :

  • Kenangan akan kejayaan masa lampau yang ingin diperolehnya kembali. Hitler menginginkan kebesaran Jerman seperti zaman Fredrich Akbar dan Wilhelm I. Ia ingin menciptakan Negara Ketiga (Das Drietsche Reich).
  • Rasa tidak puas di kalangan rakyat, berupa kesulitan-kesulitan ekonomi.
  • Sistem pemerintahan yang demokratis-parlementer dianggapnya tidak tepat lagi karena mengutamakan kepentingan individu. Yang perlu diutamakan adalah tanah air Jerman (furs Vaterland).

Partai Nazi membentuk pasukan SA (Sturm-Abteilung) pada tahun 1921. Setelah diadakan pembersihan, dibentuk pasukan SS (Schutz-Staffel) yang merupakan pasukan pengawal di bawah pimpinan Herman Goering (1925).

Pasukan pengawal SS sangat berkuasa lebih-lebih setelah dipersenjatai (1929) berseragam cokelat, lengkap dengan pangkat-pangkat militer, lambang swastika dan salamnya Heil Hitler, artinya hidup Hitler. Setelah Partai Nazi kuat, dicoba mengadakan perebutan kekuasaan di Munchen yang dikenal sebagai Bierhalle Putsch, tetapi gagal (1923).

Sebanyak 16 orang pengikutnya ditembak mati di jalan dan Hitler sendiri meringkuk dalam penjara selama empat tahun. Waktu itulah ia mengarang bukunya Mein Kampf, artinya perjuanganku, untuk memperingati kawan-kawannya dan menggariskan politiknya (1926).

Baca juga di bawah ini :



Paham Nazi pada garis besarnya adalah sebagai berikut ini :
  • Nasionalisme yang bersumber pada kebangsaan Jerman yang fanatik dan bersifat chauvinisme. Bangsa Jerman merupakan keturunan bangsa Arya (Nordik) yang merupakan bangsa nomor satu. Tetapi, bangsa lain telah membelenggunya dengan Perjanjian Versailles ataupun Locarno. Sedangkan bangsa Yahudi membelenggu ekonomi Jerman dan mengotori darah bangsa Jerman. Karena itu, bangsa Jerman harus melepaskan diri dari belenggu asing.
  • Sosialisme yang dianut mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan individu dan kepentingan negara yang harus didahulukan (Gemeinnutz vor Eigennutz und furs Vaterland). Sosialisme Jerman bersifat nasional, bukan sosialisme internasional seperti yang dianut Rusia, karena itu kedua paham tidak sehaluan. Hitler sangat membenci sosialisme Rusia maupun liberalisme Barat.
  • Jermanisme (das Germanentum) bersumber pada sifat yang chauvinistis, memiliki suatu kekuatan asli yang hebat (das Deutsche Urkraft) yang dapat dikembangkan. Bangsa Jerman sebagai bangsa tuan (Herrenvolk) perlu menguasai bangsa lain yang dianggapnya sebagai budak (Slavebvolk).
  • Partai Buruh, kaum buruh di Jerman merupakan massa yang mudah digerakkan oleh Partai Nazi. Cara yang dianut adalah sistem terpimpin. Semboyannya satu bangsa, satu pemimpin, satu tekad (Ein Volk, ein Fuhrer, ein Ja). Dengan demikian pemerintah diktator merupakan bentuk pemerintahan yang diprogramkan.

Postingan populer dari blog ini

Arti makna Nefo dan Oldefo

Federasi Malaysia nantinya beranggotakan semua bekas jajahan Inggris di wilayah Asia Tenggara. Usaha pembentukan Federasi Malaysia juga mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, khususnya dan negara-negara Barat pada umumnya. Pemerintah Indonesia yang ketika itu dipimpin oleh Presiden Soekarno melihat pembentukan Federasi Malaysia menyatakan bahwa itu merupakan bentuk kolonialisme baru.
Apalagi, pada saat itu berkembang wacana The New Emerging Forces (Nefo) melawan The Old Established Forces (Oldefo). Nefo adalah lambang kelompok negara-negara yang baru merdeka atau yang menentang imperialisme dan kolonialisme, sosialisme, serta komunis.

Pengertian Nefo, Oldefo, Ganefo

Oldefo adalah lambang negara-negara yang telah mapan dan melaksanakan imperialisme dan kolonialisme/kapitalisme dan negara sedang berkembang yang cenderung pada imperialisme/kolonialisme. Dengan demikian apapun bentuknya imperialisme dan kolonialisme harus dihapuskan.
Pada umumnya hubungan antara negara-negara yang bar…

Materi kandungan Q.S. Yunus ayat 101 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 164

a. Kandungan Q.S. Yunus ayat 101
1. Allah SWT menyerukan kepada Rasulullah SAW, orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan agar mereka mau memperhatikan dan berpikir tentang jagad raya ini.


2. Di jagad raya Allah SWT telah menciptakan bintang, bulan, matahari, bumi, langit, asteroid, planet, dan lain-lain.
3. Allah SWT menciptakan matahari dengan sinarnya yang terang hanyalah satu dari sekitar 100 miliar bintang yang terdapat dalam galaksi Bimasakti.
4. Allah SWT telah menciptakan planet, komet, asteroid, meteor, dan satelit yang mengorbit, sebagai benda-benda langit yang senantiasa mengelilingi matahari.
5. Dialah Allah SWT yang menciptakan bumi ini untuk seluruh makhluk yang hidup dan berkembang biak di dalamnya yang memiliki jarak 149.600.000 km antara bumi dan matahari.
b. Kandungan Q.S. Al-Baqarah ayat 164
1. Langit terdiri dari berbagai jenis benda-benda yang berkelompok. Setiap kelompok memiliki tatanannya sendiri secara beraturan dan setiap satuan da…

Beberapa pendapat peristiwa G 30 S/PKI

Menurut Cleren W. Hall dalam Readers Digest edisi November 1996 peristiwa G 30 S/PKI sebagai manuver PKI dan Sukarno untuk melanjutkan skenario politik yang telah mereka susun selama Demokrasi Terpimpin . Versi ini menyimpulkan bahwa Sukarno dan PKI dalang dibalik peristiwa tersebut.
Menurut Benedick Richard Ogusman Anderson dan Ruth Mc. Key yang dikenal sebagai Curnell Paper. Sebuah artikel yang menyimpulkan peristiwa G 30S/PKI adalah peritiwa listen AD dan PKI bukanlah dalangnya.

Sedangkan Peter Dele Scott, menulis dalam Pasific Affairs (1984), bahwa CIA adalah dalang dibelakang G 30 S/PKI. Sementara Kathy Kadene, wartawati kantor berita State New Servis AS, menyatakan bahwa CIA telah memberikan 5000 nama tokoh PKI kepada Angkatan Darat 1965 yang kemudian dibunuh akibat kegagalan G 30 S/PKI.
Kemudian menurut buku putih yang diterbitkan oleh Sekneg mengungkap keterkaitan Presiden Soekarno tidak dinilai sebagai aktor pasif. Presiden Soekarno hanya memberi peluang PKI untuk memenuhi a…