Langsung ke konten utama

Modernisasi seni baru art nouveau tahun 1890

Modernisme ialah aliran atau mazhab estetik pembaharuan yang mengiringi perkembangan desain dan seni rupa pada umumnya menjelang abad ke-20. Ciri-ciri utama Modernisme dalam dunia desain ialah penguatan dalam konsep serba rasional dan pada perkembangan tingkat lanjut berupaya menyederhanakan ornamen. Di dalam perjalanan waktu, lahir gaya-gaya baru seperti diuraikan di bawah ini dan tetap merupakan bagian dari spirit Modernisme.

Pada tahun 1890, muncul gerakan Art Nouveau (Seni Baru) di Eropa. Seni Baru oleh beberapa ahli seni rupa juga dikelompokkan ke dalam era Proto-modernisme (Pra-Modernisme) karena masih dominannya penggunaan ornamen pada karya desain.

Gaya ini berkembang didasarkan dekorasi garis lengkung meliuk baik simetris atau asimetris sebagai adaptasi bentuk ornamen dan wujud keterampilan membentuk barang dengan mesin. Salah seorang tokoh Art Nouveau dari Belgia, Henry van de Velde, mencoba mengawinkan unsur ornamen dengan pekerjaan mesin dan bahan metalik untuk mengekspresikan dunia modern. Di Jerman gerakan yang sejenis dengan Art Nouveau dikenal dengan nama Jugenstill.

Pada awal abad ke-20, gaya Art Nouveau amat berpengaruh pada barang dan arsitektur di Eropa dengan hiasan yang meliuk dan dilebih-lebihkan. Namun masyarakat industrial Barat kurang berselera dengan hiasan yang berlebihan tersebut dan lebih menggemari bentuk-bentuk yang sederhana.

Baca juga di bawah ini :



Masa akhir Art Nouveau ditandai oleh berdirinya lembaga budaya ''Werkbund'' di Jerman. Lembaga ini bertujuan untuk meningkatkan kerja profesional melalui jalinan keselarasan antara logika rasional, seni, industri, dan keterampilan.

Postingan populer dari blog ini

Arti makna Nefo dan Oldefo

Federasi Malaysia nantinya beranggotakan semua bekas jajahan Inggris di wilayah Asia Tenggara. Usaha pembentukan Federasi Malaysia juga mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, khususnya dan negara-negara Barat pada umumnya. Pemerintah Indonesia yang ketika itu dipimpin oleh Presiden Soekarno melihat pembentukan Federasi Malaysia menyatakan bahwa itu merupakan bentuk kolonialisme baru.
Apalagi, pada saat itu berkembang wacana The New Emerging Forces (Nefo) melawan The Old Established Forces (Oldefo). Nefo adalah lambang kelompok negara-negara yang baru merdeka atau yang menentang imperialisme dan kolonialisme, sosialisme, serta komunis.

Pengertian Nefo, Oldefo, Ganefo

Oldefo adalah lambang negara-negara yang telah mapan dan melaksanakan imperialisme dan kolonialisme/kapitalisme dan negara sedang berkembang yang cenderung pada imperialisme/kolonialisme. Dengan demikian apapun bentuknya imperialisme dan kolonialisme harus dihapuskan.
Pada umumnya hubungan antara negara-negara yang bar…

Materi kandungan Q.S. Yunus ayat 101 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 164

a. Kandungan Q.S. Yunus ayat 101
1. Allah SWT menyerukan kepada Rasulullah SAW, orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan agar mereka mau memperhatikan dan berpikir tentang jagad raya ini.


2. Di jagad raya Allah SWT telah menciptakan bintang, bulan, matahari, bumi, langit, asteroid, planet, dan lain-lain.
3. Allah SWT menciptakan matahari dengan sinarnya yang terang hanyalah satu dari sekitar 100 miliar bintang yang terdapat dalam galaksi Bimasakti.
4. Allah SWT telah menciptakan planet, komet, asteroid, meteor, dan satelit yang mengorbit, sebagai benda-benda langit yang senantiasa mengelilingi matahari.
5. Dialah Allah SWT yang menciptakan bumi ini untuk seluruh makhluk yang hidup dan berkembang biak di dalamnya yang memiliki jarak 149.600.000 km antara bumi dan matahari.
b. Kandungan Q.S. Al-Baqarah ayat 164
1. Langit terdiri dari berbagai jenis benda-benda yang berkelompok. Setiap kelompok memiliki tatanannya sendiri secara beraturan dan setiap satuan da…

Beberapa pendapat peristiwa G 30 S/PKI

Menurut Cleren W. Hall dalam Readers Digest edisi November 1996 peristiwa G 30 S/PKI sebagai manuver PKI dan Sukarno untuk melanjutkan skenario politik yang telah mereka susun selama Demokrasi Terpimpin . Versi ini menyimpulkan bahwa Sukarno dan PKI dalang dibalik peristiwa tersebut.
Menurut Benedick Richard Ogusman Anderson dan Ruth Mc. Key yang dikenal sebagai Curnell Paper. Sebuah artikel yang menyimpulkan peristiwa G 30S/PKI adalah peritiwa listen AD dan PKI bukanlah dalangnya.

Sedangkan Peter Dele Scott, menulis dalam Pasific Affairs (1984), bahwa CIA adalah dalang dibelakang G 30 S/PKI. Sementara Kathy Kadene, wartawati kantor berita State New Servis AS, menyatakan bahwa CIA telah memberikan 5000 nama tokoh PKI kepada Angkatan Darat 1965 yang kemudian dibunuh akibat kegagalan G 30 S/PKI.
Kemudian menurut buku putih yang diterbitkan oleh Sekneg mengungkap keterkaitan Presiden Soekarno tidak dinilai sebagai aktor pasif. Presiden Soekarno hanya memberi peluang PKI untuk memenuhi a…