Langsung ke konten utama

Pengertian apresiasi (appreciation) dan tiga tingkatan apresiasi

Karya budaya rupa akan dinilai kurang bermakna jika masyarakat tidak memiliki apresiasi dan penghargaan terhadap karya-karya itu secara baik. Banyak karya budaya rupa gemilang anak bangsa tidak terawat, lapuk dan bahkan dimusnahkan hanya karena masyarakat tidak memiliki apresiasi terhadap karya-karya itu. Bahkan tidak sedikit kaum terpelajar kurang memiliki apresiasi terhadap karya-karya yang menjadi tanda peradaban bangsa sehingga karya-karya besar itu tidak tercatat dalam sejarah.

Apresiasi berasal dari bahasa Inggris appreciation yang artinya penghargaan atau penilaian. Jadi, apresiasi karya budaya rupa adalah suatu kegiatan menilai atau menghargai bobot karya budaya rupa atau nilai karya budaya yang diamati.

Apresiasi budaya rupa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dunia kesenirupaan secara keseluruhan. Tanpa apresiasi, dunia kesenirupaan tidak akan berkembang. Dari apresiasi inilah, berkembang ilmu-ilmu dan teori-teori kesenirupaan di antaranya sejarah seni rupa, kritik seni rupa, antropologi seni, sosiologi seni, tinjauan seni, fisafat seni, tinjauan desain, sosiologi desain, metodologi desain, sejarah desain, dan banyak lagi.

Di dalam dunia budaya rupa, apresiasi meliputi hal yang lebih luas lagi, mulai dari barang keseharian, arsitektur, pakaian, kerajinan, artefak sejarah, karya desain, hingga gaya hidup masyarakat pengguna karya seni rupa secara umum.

Apresiasi mempunyai tiga tingkatan sebagai berikut :

  • Apresiasi empatik ialah apresiasi yang hanya menilai baik dan kurang baik yang berdasarkan indera saja (khususnya mata atau penglihatan).
  • Apresiasi estetis ialah apresiasi tentang keindahan dan mempunyai nilai yang disertai dengan pengamat dan perasaan yang mendalam.
  • Apresiasi kritis ialah apresiasi yang sudah mendalam sampai pada penganalisisan (analisis) pada karya yang diamati (pengamatan secara kritis).

Sebelum kita mengadakan penilaian terhadap hasil karya seni, kita harus tahu terlebih dahulu memahami proses penciptaan karya seni itu. Di dalam berkarya seni rupa, seorang seniman dituntut memiliki kreativitas yang disebut kreativitas ialah menciptakan sesuatu yang baru untuk keluar dari suasana yang telah ada sebelumnya. Proses penciptaan (kreativitas) selalu melalui tahapan-tahapan yang panjang dan rumit serta dibutuhkan perenungan dan pengalaman batin.

Baca juga di bawah ini :



Ciri-ciri khusus hasil kreativitas antara lain sebagai berikut ini :

  • Unik yang berarti memiliki arti baru dan lain daripada yang lain atau sesuatu yang belum pernah dibuat orang. Unik bisa dalam hal ide, medium, teknik atau yang lain.
  • Individu yang berarti suatu karya seni mempunyai ciri khas tersendiri dari setiap seniman. Hal ini disebabkan oleh adanya kekhususan dalam penciptaan karya dari setiap seniman. Setiap seniman memiliki pandangan, roh, dan penghayatan yang berbeda-beda terhadap seni.
  • Universal berarti karya seni bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Karya seni bersifat universal dikarenakan setiap orang memiliki rasa estetis dan artistik.
  • Ekspresif berarti karya seni merupakan ekspresi seniman, yang berasal dari pembabaran ide dan perenungan perasaan.
  • Survival yang berarti karya seni memiliki nilai seni yang bersifat abadi karena nilai estetika dalam karya seni bersifat konsisten. Karya seni diharapkan mampu bertahan dari perubahan zaman.

Postingan populer dari blog ini

Arti makna Nefo dan Oldefo

Federasi Malaysia nantinya beranggotakan semua bekas jajahan Inggris di wilayah Asia Tenggara. Usaha pembentukan Federasi Malaysia juga mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, khususnya dan negara-negara Barat pada umumnya. Pemerintah Indonesia yang ketika itu dipimpin oleh Presiden Soekarno melihat pembentukan Federasi Malaysia menyatakan bahwa itu merupakan bentuk kolonialisme baru.
Apalagi, pada saat itu berkembang wacana The New Emerging Forces (Nefo) melawan The Old Established Forces (Oldefo). Nefo adalah lambang kelompok negara-negara yang baru merdeka atau yang menentang imperialisme dan kolonialisme, sosialisme, serta komunis.

Pengertian Nefo, Oldefo, Ganefo

Oldefo adalah lambang negara-negara yang telah mapan dan melaksanakan imperialisme dan kolonialisme/kapitalisme dan negara sedang berkembang yang cenderung pada imperialisme/kolonialisme. Dengan demikian apapun bentuknya imperialisme dan kolonialisme harus dihapuskan.
Pada umumnya hubungan antara negara-negara yang bar…

Materi kandungan Q.S. Yunus ayat 101 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 164

a. Kandungan Q.S. Yunus ayat 101
1. Allah SWT menyerukan kepada Rasulullah SAW, orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan agar mereka mau memperhatikan dan berpikir tentang jagad raya ini.


2. Di jagad raya Allah SWT telah menciptakan bintang, bulan, matahari, bumi, langit, asteroid, planet, dan lain-lain.
3. Allah SWT menciptakan matahari dengan sinarnya yang terang hanyalah satu dari sekitar 100 miliar bintang yang terdapat dalam galaksi Bimasakti.
4. Allah SWT telah menciptakan planet, komet, asteroid, meteor, dan satelit yang mengorbit, sebagai benda-benda langit yang senantiasa mengelilingi matahari.
5. Dialah Allah SWT yang menciptakan bumi ini untuk seluruh makhluk yang hidup dan berkembang biak di dalamnya yang memiliki jarak 149.600.000 km antara bumi dan matahari.
b. Kandungan Q.S. Al-Baqarah ayat 164
1. Langit terdiri dari berbagai jenis benda-benda yang berkelompok. Setiap kelompok memiliki tatanannya sendiri secara beraturan dan setiap satuan da…

Beberapa pendapat peristiwa G 30 S/PKI

Menurut Cleren W. Hall dalam Readers Digest edisi November 1996 peristiwa G 30 S/PKI sebagai manuver PKI dan Sukarno untuk melanjutkan skenario politik yang telah mereka susun selama Demokrasi Terpimpin . Versi ini menyimpulkan bahwa Sukarno dan PKI dalang dibalik peristiwa tersebut.
Menurut Benedick Richard Ogusman Anderson dan Ruth Mc. Key yang dikenal sebagai Curnell Paper. Sebuah artikel yang menyimpulkan peristiwa G 30S/PKI adalah peritiwa listen AD dan PKI bukanlah dalangnya.

Sedangkan Peter Dele Scott, menulis dalam Pasific Affairs (1984), bahwa CIA adalah dalang dibelakang G 30 S/PKI. Sementara Kathy Kadene, wartawati kantor berita State New Servis AS, menyatakan bahwa CIA telah memberikan 5000 nama tokoh PKI kepada Angkatan Darat 1965 yang kemudian dibunuh akibat kegagalan G 30 S/PKI.
Kemudian menurut buku putih yang diterbitkan oleh Sekneg mengungkap keterkaitan Presiden Soekarno tidak dinilai sebagai aktor pasif. Presiden Soekarno hanya memberi peluang PKI untuk memenuhi a…