Langsung ke konten utama

Etats generaux bersidang 5 mei - 17 juni 1789 dan assemblee nationale 1789

Etats generaux bersidang 5 mei - 17 juni 1789 dan assemblee nationale 1789 - Revolusi Perancis yang dimulai tahun 1789 berlangsung kurang lebih lima belas tahun. Selama itu terjadi perubahan-perubahan besar dalam pemerintahan, yaitu sebagai berikut ini :

1. Etats Generaux Bersidang (5 Mei - 17 Juni 1789).

Dewan ini terdiri atas tiga golongan masyarakat. Golongan I dengan 300 orang, golongan II dengan 300 orang, dan golongan III dengan 600 orang. Golongan I dan II menghendaki pemungutan suara dilakukan atas dasar golongan, sehingga mereka yang sehaluan itu mendapat dua suara dan akan selalu menang terhadap golongan III yang memiliki satu suara. Sebaliknya golongan III menghendaki pemungutan suara secara perorangan.


Hal ini karena mereka telah memiliki setengah jumlah suara yang ada dan mengharapkan dari golongan I dan II ada yang memihak ke golongan III, sehingga dapat memenangkan pemungutan suara.

Perbedaan pendapat tersebut tidak dapat diselesaikan, karena Louis XVI tidak bersikap tegas, sehingga menimbulkan keberanian pada golongan III untuk terus menentang pendapat golongan Idan II.

2. Assemblee Nationale (1789).

Golongan III menyatakan Etats Generaux sebagai Assemblee Nationale, merupakan Dewan Perwakilan Rakyat Perancis dengan sidang-sidang yang tidak mengenal sistem golongan (17 Juni 1789). Peristiwa tersebut sebenarnya secara politik sudah merupakan revolusi.


Postingan populer dari blog ini

Arti makna Nefo dan Oldefo

Federasi Malaysia nantinya beranggotakan semua bekas jajahan Inggris di wilayah Asia Tenggara. Usaha pembentukan Federasi Malaysia juga mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, khususnya dan negara-negara Barat pada umumnya. Pemerintah Indonesia yang ketika itu dipimpin oleh Presiden Soekarno melihat pembentukan Federasi Malaysia menyatakan bahwa itu merupakan bentuk kolonialisme baru.
Apalagi, pada saat itu berkembang wacana The New Emerging Forces (Nefo) melawan The Old Established Forces (Oldefo). Nefo adalah lambang kelompok negara-negara yang baru merdeka atau yang menentang imperialisme dan kolonialisme, sosialisme, serta komunis.

Pengertian Nefo, Oldefo, Ganefo

Oldefo adalah lambang negara-negara yang telah mapan dan melaksanakan imperialisme dan kolonialisme/kapitalisme dan negara sedang berkembang yang cenderung pada imperialisme/kolonialisme. Dengan demikian apapun bentuknya imperialisme dan kolonialisme harus dihapuskan.
Pada umumnya hubungan antara negara-negara yang bar…

Materi kandungan Q.S. Yunus ayat 101 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 164

a. Kandungan Q.S. Yunus ayat 101
1. Allah SWT menyerukan kepada Rasulullah SAW, orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan agar mereka mau memperhatikan dan berpikir tentang jagad raya ini.


2. Di jagad raya Allah SWT telah menciptakan bintang, bulan, matahari, bumi, langit, asteroid, planet, dan lain-lain.
3. Allah SWT menciptakan matahari dengan sinarnya yang terang hanyalah satu dari sekitar 100 miliar bintang yang terdapat dalam galaksi Bimasakti.
4. Allah SWT telah menciptakan planet, komet, asteroid, meteor, dan satelit yang mengorbit, sebagai benda-benda langit yang senantiasa mengelilingi matahari.
5. Dialah Allah SWT yang menciptakan bumi ini untuk seluruh makhluk yang hidup dan berkembang biak di dalamnya yang memiliki jarak 149.600.000 km antara bumi dan matahari.
b. Kandungan Q.S. Al-Baqarah ayat 164
1. Langit terdiri dari berbagai jenis benda-benda yang berkelompok. Setiap kelompok memiliki tatanannya sendiri secara beraturan dan setiap satuan da…

Beberapa pendapat peristiwa G 30 S/PKI

Menurut Cleren W. Hall dalam Readers Digest edisi November 1996 peristiwa G 30 S/PKI sebagai manuver PKI dan Sukarno untuk melanjutkan skenario politik yang telah mereka susun selama Demokrasi Terpimpin . Versi ini menyimpulkan bahwa Sukarno dan PKI dalang dibalik peristiwa tersebut.
Menurut Benedick Richard Ogusman Anderson dan Ruth Mc. Key yang dikenal sebagai Curnell Paper. Sebuah artikel yang menyimpulkan peristiwa G 30S/PKI adalah peritiwa listen AD dan PKI bukanlah dalangnya.

Sedangkan Peter Dele Scott, menulis dalam Pasific Affairs (1984), bahwa CIA adalah dalang dibelakang G 30 S/PKI. Sementara Kathy Kadene, wartawati kantor berita State New Servis AS, menyatakan bahwa CIA telah memberikan 5000 nama tokoh PKI kepada Angkatan Darat 1965 yang kemudian dibunuh akibat kegagalan G 30 S/PKI.
Kemudian menurut buku putih yang diterbitkan oleh Sekneg mengungkap keterkaitan Presiden Soekarno tidak dinilai sebagai aktor pasif. Presiden Soekarno hanya memberi peluang PKI untuk memenuhi a…