Assemblee nationale constituante 1789-1791

Assemblee nationale constituante 1789-1791 - Suasana tegang yang meningkat panas terjadi setelah ada desas-desus raja akan menindas revolusi dengan kekuatan senjata. Pada tanggal 14 Juli 1789 rakyat mendahuluinya dengan menyerbu penjara Bastille yang selama ini dianggap lambang absolutisme dan tampat untuk memenjarakan pemimpin rakyat, dan gudang senjata.

Runtuhnya penjara Bastille ke tangan rakyat menyebabkan semangat revolusi yang didasari paham romantik semakin menggelora. Pada tanggal 14 Juli dijadikan Hari Nasional Perancis. Bendera kerajaan Perancis diganti menjadi bendera nasional yang berwarna merah-putih-biru yang berurutan vertikal dan lagu Marseillaise dijadikan lagu kebangsaan.

Assemblee nationale constituante 1789-1791

Kemudian, dibentuk tentara nasional di bawah Lafayette. Ketika Assemblee Nationale akan bersidang tanggal 20 Juli 1789, gedung itu ditutup sehingga wakil rakyat memutuskan untuk bersidang di tempat tenis.

Mereka bersumpah tidak akan bubar sebelum negara Perancis mempunyai undang-undang dasar. Sejak itu Assemblee Nationale berubah menjadi Assemblee Nationale Constituante dan berusaha menyusun UUD Perancis.

Anggotanya banyak yang berasal dari bangsawan atau rohaniawan gereja, seperti Mirabeau, Lafayette, dan Sieyes. Tindakan pertama yang dijalankan ialah sebutan bangsawan, menghapuskan sistem yang bersifat monopoli agar perdagangan menjadi bebas, dan menjadikan rohaniawan gereja sebagai pegawai negeri dan miliknya disita.

Langkah kedua ialah menyusun pemerintahan baru yang didasarkan kepada Declaration des droits de I' homme et du citoyen, artinya Pernyataan hak-hak manusia dan pengakuan hak warga negara, karena rakyat Perancis ialah warga negara suatu negara merdeka.

Pada tanggal 14 Juli 1790 undang-undang dasar disahkan dan Perancis menjadi negara monarki konstitusional. Raja Louis XVI menyetujui undang-undang dasar tersebut dan bersumpah setia kepadanya.
Kaum borjuis yang berasal dari rakyat lapisan atas berhasil memimpin dan memenangkan revolusi. Mereka itulah yang menggantikan kedudukan kaum bangsawan dalam pemerintahan maupun perekonomian. Mereka puas dengan apa yang telah dicapai. Tetapi, rakyat jelata yang merupakan lapisan bawah belum merasakan hasil revolusi dan mereka menginginkan revolusi diteruskan sampai keinginannya terpenuhi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel