Langsung ke konten utama

Bab II Revolusi teknologi agraria

Bab II Revolusi teknologi agraria.
1. Di Inggris.

Revolusi Agraria ialah perubahan besar yang terjadi dalam bidang agraria. Perubahan tersebut menyangkut soal tanah, cara, dan jenis produksi serta tenaga kerja. Di Eropa Revolusi Agraria telah dua kali terjadi, pertama pada abad ke-17 - 18 dan yang kedua pada abad ke-18 - 19. Revolusi Agraria mula-mula terjadi di Inggris.

2. Di Perancis.

Paham phisiokratisme  yang dikembangkan oleh Francois Quesnay (1694 - 1774) berkembang baik di Perancis. Paham ini mengutamakan kekuatan alam dengan mengembangkan pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan sebagai sumber pendapatan.

Jadi bertentangan dengan merkantilisme yang mengutamakan industri dan perdagangan. Perancis di bawah Napoleon I (1804 - 1815) berhasil mengembangkan pertanian dalam rangka melaksanakan Continental System. 

Di bawah Napoleon III (1848 - 1871) pertanian dikembangkan dengan jalan memberikan kredit jangka panjang kepada para petani, dibuka sekolah pertanian, dan pemakaian cara-cara ilmiah. Sampai Perang Dunia I Perancis dapat menjadi negara penghasil anggur utama di Eropa.

3. Di Jerman.

Pada abad ke-19 Jerman masih nyata sebagai negara agraria. Pada masa pemerintahan Von Stein dikeluarkan Agrareform (landreform) yang menghapus pemilikan tanah oleh tuan tanah besar. Tanahnya dibagikan kepada petani yang sebelumnya telah memperoleh pembebasan sebagai budak di daerah tuan-tuan tanah.

Tetapi pertanian di Jerman pada akhir abad ke-19 kalah cepat berkembang dibandingkan dengan industri yang mampu menghasilkan barang-barang dengan merk terkenal ''Made in Germany''.

4. Di Rusia.

Pada abad ke-19 Rusia juga masih merupakan negara agraria. Masyarakatnya terdiri atas kaum bangsawan yang menjadi tuan tanah dan rakyat kecil sebagai petaninya. Tsar Alexander II (1855 - 1881) mengeluarkan Emancipation Edict (1861).

Isinya petani-petani dibebaskan dari kedudukannya sebagai budak dari tuan tanah dan mereka memperoleh tanah milik bersama (kolektif) dari suatu desa (mir). Negara membayar kerugian kepada tuan tanah yang harus diangsur oleh mir selama 49 tahun.

Dengan peraturan tersebut, terjadi Revolusi Agraria di Rusia, dan Trsar Elexander II digelari Tsar Liberator, artinya Tsar Pembebas. Dalam perkembangannya kepala mir bertindak sebagai tuan tanah baru, mereka menjadi petani kaya yang disebut kulak.

Petani yang sebenarnya tetap menderita, sehingga menimbulkan pemberontakan. Menteri Stolypin menghapus sistem mir, sehingga tanah menjadi milik petani. Setelah terjadi Revolusi Rusia (1917), sosialisasi dengan cepat dilaksanakan, petani harus menyerahkan hasil pertaniannya kepada negara.

Petani yang merasa dirugikan kembali mengadakan perlawanan, terjadilah Revolusi Agraria (1921). Untuk menjaga stabilitas negara, Lenin terpaksa melakukan kebijaksanaan yang liberal sifatnya dengan dikeluarkannya New Economy Policy (1922).
5. Di Amerika Serikat.

Dalam usahanya mendorong rakyat USA berpindah dari pantai Atlantik ke arah barat, pemerintah mengeluarkan Home Stead Act dengan memberi kesempatan kepada petani untuk memiliki tanah liar (public land) seluas 160 are tanpa membayar.

Makin berkembanglah daerah ke arah barat menjadi daerah peternakan (ranch) dan makin banyak petani-petani yang mau menetap (squatter). Sementara itu bangsa Indian semakin sempit daerahnya sehingga menjadi lapisan bawah yang miskin.

Postingan populer dari blog ini

Arti makna Nefo dan Oldefo

Federasi Malaysia nantinya beranggotakan semua bekas jajahan Inggris di wilayah Asia Tenggara. Usaha pembentukan Federasi Malaysia juga mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, khususnya dan negara-negara Barat pada umumnya. Pemerintah Indonesia yang ketika itu dipimpin oleh Presiden Soekarno melihat pembentukan Federasi Malaysia menyatakan bahwa itu merupakan bentuk kolonialisme baru.
Apalagi, pada saat itu berkembang wacana The New Emerging Forces (Nefo) melawan The Old Established Forces (Oldefo). Nefo adalah lambang kelompok negara-negara yang baru merdeka atau yang menentang imperialisme dan kolonialisme, sosialisme, serta komunis.

Pengertian Nefo, Oldefo, Ganefo

Oldefo adalah lambang negara-negara yang telah mapan dan melaksanakan imperialisme dan kolonialisme/kapitalisme dan negara sedang berkembang yang cenderung pada imperialisme/kolonialisme. Dengan demikian apapun bentuknya imperialisme dan kolonialisme harus dihapuskan.
Pada umumnya hubungan antara negara-negara yang bar…

Materi kandungan Q.S. Yunus ayat 101 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 164

a. Kandungan Q.S. Yunus ayat 101
1. Allah SWT menyerukan kepada Rasulullah SAW, orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan agar mereka mau memperhatikan dan berpikir tentang jagad raya ini.


2. Di jagad raya Allah SWT telah menciptakan bintang, bulan, matahari, bumi, langit, asteroid, planet, dan lain-lain.
3. Allah SWT menciptakan matahari dengan sinarnya yang terang hanyalah satu dari sekitar 100 miliar bintang yang terdapat dalam galaksi Bimasakti.
4. Allah SWT telah menciptakan planet, komet, asteroid, meteor, dan satelit yang mengorbit, sebagai benda-benda langit yang senantiasa mengelilingi matahari.
5. Dialah Allah SWT yang menciptakan bumi ini untuk seluruh makhluk yang hidup dan berkembang biak di dalamnya yang memiliki jarak 149.600.000 km antara bumi dan matahari.
b. Kandungan Q.S. Al-Baqarah ayat 164
1. Langit terdiri dari berbagai jenis benda-benda yang berkelompok. Setiap kelompok memiliki tatanannya sendiri secara beraturan dan setiap satuan da…

Beberapa pendapat peristiwa G 30 S/PKI

Menurut Cleren W. Hall dalam Readers Digest edisi November 1996 peristiwa G 30 S/PKI sebagai manuver PKI dan Sukarno untuk melanjutkan skenario politik yang telah mereka susun selama Demokrasi Terpimpin . Versi ini menyimpulkan bahwa Sukarno dan PKI dalang dibalik peristiwa tersebut.
Menurut Benedick Richard Ogusman Anderson dan Ruth Mc. Key yang dikenal sebagai Curnell Paper. Sebuah artikel yang menyimpulkan peristiwa G 30S/PKI adalah peritiwa listen AD dan PKI bukanlah dalangnya.

Sedangkan Peter Dele Scott, menulis dalam Pasific Affairs (1984), bahwa CIA adalah dalang dibelakang G 30 S/PKI. Sementara Kathy Kadene, wartawati kantor berita State New Servis AS, menyatakan bahwa CIA telah memberikan 5000 nama tokoh PKI kepada Angkatan Darat 1965 yang kemudian dibunuh akibat kegagalan G 30 S/PKI.
Kemudian menurut buku putih yang diterbitkan oleh Sekneg mengungkap keterkaitan Presiden Soekarno tidak dinilai sebagai aktor pasif. Presiden Soekarno hanya memberi peluang PKI untuk memenuhi a…