Bidang politik yang berpengaruh pada revolusi negara Perancis

Bidang politik yang berpengaruh pada revolusi negara Perancis - Keadaan politik, sosial, ekonomi negara-negara Eropa pada akhir Zaman Baru pada umumnya sama, yang berbeda hanya tingkatannya. Sebagai negara yang berpengaruh di Eropa maka revolusi yang meletus di Perancis itu mudah menjalar ke negara lain. Revolusi Perancis membawa pengaruh besar di Perancis maupun di luar negeri dan mencakup bidang politik, ekonomi, dan sosial.

a. Berkembangnya paham liberalisme.

Semangat kebebasan (liberalisme) merupakan semangat baru yang telah menghancurkan semangat kekuasaan yang sebelumnya sangat dominan dalam politik Eropa. Raja-raja Eropa yang absolut mendapat perlawanan rakyatnya yang menghendaki kebebasan dalam pemerintahan maupun ekonomi. Revolusi liberal itu meletus di Perancis dan menjalar ke negara lain seperti Spanyol, Italia, Jerman, Austria, dan Rusia. Rakyat menghendaki pemerintahan monarki konstitusional.

Bidang politik yang berpengaruh pada revolusi negara Perancis

b. Pengertian demokrasi dan republik lebih nyata.

Semangat kebangsaan Perancis timbul setelah mereka dikalahkan oleh negara-negara lain dalam tujuh kali Perang Koalisi. Tetapi, setelah Napoleon menempatkan saudaranya bernama Joseph Bonaparte sebagai raja negeri Spanyol, tentara Perancis tidak mampu menghadapi gerilyawan rakyat Spanyol yang menolak bangsa asing sebagai rajanya.

Nasionalisme yang memiliki sifat menentang kekuasaan asing dan bertujuan memiliki pemerintahan merdeka melahirkan Revolusi Nasional seperti yang dilakukan oleh rakyat Amerika Latin terhadap kekuasaan Spanyol-Portugis (1807 - 1829), dan rakyat Yunani terhadap kekuasaan Turki (1821 -1829).

c. Pengertian demokrasi dan republik lebih nyata.

Revolusi Perancis secara nyata menunjukkan bahwa kekuasaan rakyat dapat diwujudkan dengan menggantikan kepala pemerintahan yang dianggap tidak dapat melindungi kepentingannya. Sehingga dengan demokrasi dan republik, rakyat berhak memilih kepala pemerintahan yang dapat menjamin kepentingannya.

d. Undang-undang dirasakan sebagai kekuasaan tertinggi.

Walaupun Napoleon memerintah secara diktator-militer, tetapi ia banyak meletakkan dasar negara hukum yang dituangkan dalam undang-undang. Misalnya, buku Code de Penal yang berisi hukum pidana, Code Civil yang berisi hukum perdata, dan Code de Commerce yang berisi hukum perdagangan. Nama Napoleon sebagai perintis hukum lebih abadi dibandingkan dengan namanya sebagai panglima dan kaisar.
e. Timbulnya ide untuk aksi-aksi revolusioner.

Dalam revolusi Perancis telah terjadi penggantian pemerintahan dengan cara-cara revolusioner seperti dari monarki absolut ke monarki konstitusional, kemudian ke republik. Rakyat mempunyai kekuasaan dan pengalaman dengan cara penggantian itu, sehingga sesudah revolusi 1789 di Perancis terjadi tiga kali revolusi pada abab ke-19.

  • Revolusi Juli 1830, menumbangkan pemerintahan Raja Charles X yang reaksioner dan menggantikan dengan pemerintahan Raja Louis Philips yang liberal. Revolusi tersebut disebabkan Raja Charles X membubarkan Parlemen yang baru dipilih sebelum sempat bersidang, lalu memberikan hak pilih kepada mereka yang pro kepada raja, dan mengadakan sensor yang kemereka yang keras. Revolusi Juli menimbulkan pengaruh berupa Perang Kemerdekaan Belgia yang melepaskan diri dari Belanda (1830 - 1831), Perang Kemerdekaan Polandia (1830 -1831) tetapi Polandia gagal, sehingga Polandia dijajah kembali oleh Rusia dan Prusia.
  • Revolusi Februari 1848, menumbangkan pemerintahan Raja Louis Philip yang menjadi reaksioner dan digantikan oleh pemerintahan republik di bawah Napoleon III Bonaparte (kemenangan Napoleon I Bornaparte). Raja Louis Philip hanya mementingkan kaum borjuis dan mengabaikan kepentingan rakyat kecil. Ketika politik luar negerinya di Mesir gagal, rakyat mengkritiknya secara pedas dalam rapat-rapat umum. Larangan mengadakan rapat oleh Louis Philips menyebabkan rakyat marah dan mengadakan revolusi. Perubahan dalam negeri terjadi berupa penggantian kerajaan menjadi Republik Perancis II. Di Austria Perdana Menteri Von Metternich dan Kaisar Ferdinand yang terkenal sangat reaksioner diusir oleh rakyatnya dan menjadikan negara itu monarki konstitusional. Di Belanda pengaruh liberalisme makin kuat, sehingga Taman Paksa diperlunak dan kaum liberal ikut berperan dalam perekonomian di Indonesia.
  • Revolusi April 1871, menumbangkan Kaisar Napoleon III Bonaparte dan menggantikan dengan pemerintahan Republik Perancis III. Napoleon III meniru pamannya Napoleon I setelah empat tahun menjadi presiden (1848 - 1856) ia menjadikan dirinya sebagai Kaisar Perancis (1852 - 1856). Soal Italia 91858 - 1870), soal Meksiko (1856), dan lebih-lebih kekalahan Perancis terhadap Jerman dalam pertempuran di Sedan (1871) menyebabkan kedudukannya merosot. Kaum buruh mendirikan pemerintahan Commune yang mengakhiri kekuasaan Napoleon III.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel