Convention (1792 - 1795) Girondin dengan Montagne

Convention (1792 - 1795) Girondin dengan Montagne - Pertentangan antara Girondin dengan Montagne berlanjut terus dan berakhir dengan kemenangan Montagne. Kerajaan Perancis dihapuskan dan dijadikan Republik Perancis I. Partai Girondin yang merupakan bangsawan baru berusaha melindungi raja, sebaliknya Partai Montagne ingin menyingkirkan raja karena telah berkhianat.
Intervensi asing justru menyebabkan rakyat jelata makin marah. Louis XVI beserta permaisurinya Maria Antoinette dijatuhi hukuman mati secara hina, yaitu dipenggal lehernya dengan guillotine yang biasanya dipergunakan untuk memotong ternak. Banyak bangsawan ditangkap dan dibunuh dalam penjara.

Musuh dari luar semakin mengancam setelah mereka dapat mengalahkan tentara Perancis. Sementara itu keadaan dalam negeri kacau. Timbul pemberontakan kaum bangsawan dan Girondin, uang kertas yang disebut assignat merosot nilainya, bahan makanan mulai sulit diperoleh di kota-kota.

Keadaan yang demikian kacau, mendorong kaum Montagne mengadakan pemerintahan radikal demi keselamatan negara. Tindakan-tindakan tegas diambil berupa pembentukan pemerintahan revolusioner. Karena negara dianggap dalam keadaan bahaya, semua orang yang dapat menggunakan senjata diwajibkan masuk tentara demi keselamatan negara (levee en masse).

Dilakukan pembersihan terhadap orang-orang yang menentang revolusi (kontra revolusi) sehingga banyak kaum bangsawan dibunuh dengan alasan tersebut. Rakyat pun tidak berani melawan, sebab takut diseret ke guillotine. Harta benda milik kaum bangsawan yang lari ke luar negeri dan milik gereja disita oleh negara untuk dijadikan jaminan uang assignat.

Walaupun demikian uang kertas itupun mengalami kemerosotan juga. Negara mewajibkan petani menjual sisa hasil keperluannya kepada negara. Roberspierre selaku pemimpin pemerintahan berhasil mengatasi keadaan dengan cara-cara yang tegas.

Ekses-ekses dari cara yang diktatoris itu menyebabkan pemerintahannya disebut pemerintahan teror. Setelah keadaan mulai normal, terjadi lagi pemberontakan kaum Girondin yang berhasil menjatuhkan pemerintahan Roberspierre. Pemimpin yang pernah menyelamatkan negara dari kehancuran ini harus mengakhiri hidupnya di panggung guillotine juga.
Kaum bangsawan muncul kembali dan ganti mengadakan teror putih (terreur blanche). Pemerintahan kaum Girondin juga dihinggapi krisis wibawa dan keadaan perekonomian makin kacau. Rakyat kekurangan bahan makanan dan siap untuk ikut berontak. Keadaan yang kacau kembali mengundang pemerintahan yang keras dan tegas.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel