Langsung ke konten utama

Napoleon Bonaparte menjadi Consulat (1799 - 1804)

Napoleon Bonaparte menjadi Consulat (1799 - 1804) - Pemerintahan Directoire yang tidak efektif kerjanya diganti dengan pemerintahan Consulat yang beranggotakan tiga orang. Napoleon Bonaparte menjadi konsul pertama yang memberikan corak otokratis pada pemerintahan baru. Ketika Napoleon menyatakan dirinya sebagai konsul seumur hidup, orang membiarkannya. Napoleon mengambil beberapa tindakan yang makin positif sebagai berikut :

1. Membentuk pemerintahan yang stabil dan kuat.

Pemerintahan disentralisasi dengan administrasi yang diseragamkan. Dihimpun kitab undang-undang hukum perdata (Code Civil) sehingga peraturan-peraturan hukum sama untuk seluruh Negara Perancis.

2. Mengembalikan perdamaian dalam negeri.

Kaum bangsawan yang telah lari ke luar negeri dapat diterima kembali dengan syarat tidak menuntut kekayaannya yang telah disita oleh negara atau rakyat. Diadakan perdamaian dengan Paus (concordat) untuk membereskan soal agama yang timbul selama revolusi akibat rasionalisme dan menempatkan kembali kedudukan kaum rohani seperti semula. Tindakan ini penting artinya mengingat hampir seluruh rakyat Perancis beragama Katolik dan kedudukan Paus yang kuat di dunia internasional.

3. Memberikan kesejahteraan kepada rakyat.

Pajak diturunkan sampai 21% dari pendapatan, pendidikan dikembangkan untuk seluruh rakyat, perindustrian dikembangkan sehingga Perancis menonjol sebagai negara industri, dan perdagangan diperlancar dengan perbaikan jalan dan pelabuhan.
4. Memberikan kemenangan dalam Perang Koalisi II (1799 -1802).

Kemenangan itu membangkitkan kembali rakyat Perancis sebagai bangsa besar.

Sukses yang diperoleh Napoleon Bonaparte menyebabkan rakyat percaya akan kepemimpinannya. Sehingga ketika ia dinobatkan oleh Paus Pius VII menjadi Kaisar Perancis, rakyat menerima kenyataan itu (1804). Padahal lima belas tahun sebelumnya rakyat mengadakan revolusi karena menentang monarki absolut.

Postingan populer dari blog ini

Arti makna Nefo dan Oldefo

Federasi Malaysia nantinya beranggotakan semua bekas jajahan Inggris di wilayah Asia Tenggara. Usaha pembentukan Federasi Malaysia juga mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, khususnya dan negara-negara Barat pada umumnya. Pemerintah Indonesia yang ketika itu dipimpin oleh Presiden Soekarno melihat pembentukan Federasi Malaysia menyatakan bahwa itu merupakan bentuk kolonialisme baru.
Apalagi, pada saat itu berkembang wacana The New Emerging Forces (Nefo) melawan The Old Established Forces (Oldefo). Nefo adalah lambang kelompok negara-negara yang baru merdeka atau yang menentang imperialisme dan kolonialisme, sosialisme, serta komunis.

Pengertian Nefo, Oldefo, Ganefo

Oldefo adalah lambang negara-negara yang telah mapan dan melaksanakan imperialisme dan kolonialisme/kapitalisme dan negara sedang berkembang yang cenderung pada imperialisme/kolonialisme. Dengan demikian apapun bentuknya imperialisme dan kolonialisme harus dihapuskan.
Pada umumnya hubungan antara negara-negara yang bar…

Materi kandungan Q.S. Yunus ayat 101 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 164

a. Kandungan Q.S. Yunus ayat 101
1. Allah SWT menyerukan kepada Rasulullah SAW, orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan agar mereka mau memperhatikan dan berpikir tentang jagad raya ini.


2. Di jagad raya Allah SWT telah menciptakan bintang, bulan, matahari, bumi, langit, asteroid, planet, dan lain-lain.
3. Allah SWT menciptakan matahari dengan sinarnya yang terang hanyalah satu dari sekitar 100 miliar bintang yang terdapat dalam galaksi Bimasakti.
4. Allah SWT telah menciptakan planet, komet, asteroid, meteor, dan satelit yang mengorbit, sebagai benda-benda langit yang senantiasa mengelilingi matahari.
5. Dialah Allah SWT yang menciptakan bumi ini untuk seluruh makhluk yang hidup dan berkembang biak di dalamnya yang memiliki jarak 149.600.000 km antara bumi dan matahari.
b. Kandungan Q.S. Al-Baqarah ayat 164
1. Langit terdiri dari berbagai jenis benda-benda yang berkelompok. Setiap kelompok memiliki tatanannya sendiri secara beraturan dan setiap satuan da…

Beberapa pendapat peristiwa G 30 S/PKI

Menurut Cleren W. Hall dalam Readers Digest edisi November 1996 peristiwa G 30 S/PKI sebagai manuver PKI dan Sukarno untuk melanjutkan skenario politik yang telah mereka susun selama Demokrasi Terpimpin . Versi ini menyimpulkan bahwa Sukarno dan PKI dalang dibalik peristiwa tersebut.
Menurut Benedick Richard Ogusman Anderson dan Ruth Mc. Key yang dikenal sebagai Curnell Paper. Sebuah artikel yang menyimpulkan peristiwa G 30S/PKI adalah peritiwa listen AD dan PKI bukanlah dalangnya.

Sedangkan Peter Dele Scott, menulis dalam Pasific Affairs (1984), bahwa CIA adalah dalang dibelakang G 30 S/PKI. Sementara Kathy Kadene, wartawati kantor berita State New Servis AS, menyatakan bahwa CIA telah memberikan 5000 nama tokoh PKI kepada Angkatan Darat 1965 yang kemudian dibunuh akibat kegagalan G 30 S/PKI.
Kemudian menurut buku putih yang diterbitkan oleh Sekneg mengungkap keterkaitan Presiden Soekarno tidak dinilai sebagai aktor pasif. Presiden Soekarno hanya memberi peluang PKI untuk memenuhi a…