Pengaruh revolusi amerika serikat aba ke-20 dengan perancis

Amerika Serikat yang lahir pada akhir abab ke-18 telah menjadi suatu negara adi kuasa pada abab ke-20. Pengaruh Revolusi Amerika Serikat sangat besar terhadap politik, sosial, dan ekonomi Negara Amerika Serikat sendiri maupun dunia.

1. Pengaruh di bidang politik.

Monroe Doctrine yang berbunyi America for the Americans menjadi pendorong utama bagi bangsa-bangsa di Amerika Latin untuk merdeka. Sampai awal abab ke-19 negara-negara Amerika Latin merupakan jajahan Portugis dan Spanyol.

Tokoh-tokoh perang kemerdekaannya antara lain ialah de Iturbide untuk Meksiko (1821), Delgado dan Fisiola dari Amerika Tengah (1823), Jose San Martin dari Argentina (1816) dan Cili (1818). Simon Bolivar untuk Kolumbia, Venezuela, Ekuador, Peru dan Bolivia (1819 -1828) sehingga mendapat gelar The Liberator.

Canada yang bertetangga dengan Amerika Serikat juga bergolak untuk memperoleh kebebasan sehingga Inggris terpaksa mengeluarkan British North America Act (1867) yang menjadikan Canada sebagai dominion.

Pengaruh revolusi amerika serikat aba ke-20 dengan perancis

2. Pengaruh di bidang sosial.

Masalah perbudakan menimbulkan Perang Saudara (Civil War, 1861 - 1865) di Amerika Serikat. Presiden Abraham Linclon yang berasal dari keluarga miskin mengeluarkan Emancipation Proclamation (1863) yang berisi penghapusan perbudakan di negerinya.

Kemudian, disusul dengan Civil Right Bill (1866) yang berisi bahwa bekas budak yang hampir semuanya orang kulit hitam (Negro) memperoleh status sebagai warga negara dan perlakuan yang sama secara hukum (1866).

Orang-orang kulit putih negara tersebut tidak rela atas persamaan tersebut, mereka berusaha mempertahankan garis warna (colour line) yang memisahkan mereka dari orang-orang Negro. Perjuangan berat untuk persamaan berlangsung antara lain di bawah pimpinan Marthin Luther King yang akhirnya juga bernasib seperti Lincoln yaitu mati dibunuh.

Pada akhir abab ke-20 persamaan hak mulai terasa, walaupun belum sepenuhnya. Setelah orang-orang Negro mampu ikut serta menjunjung tinggi martabat negaranya dalam bidang olahraga, musik, dan film, penghargaan terhadap mereka semakin terlihat.

Paham nasional-demokrasi sangat mendalam di Amerika Serikat. Warga negaranya pada mulanya berasal dari keturunan Inggris, tetapi setelah negara tersebut membuka pintu lebar-lebar bagi bangsa asing lain, warga negaranya sekarang terdiri atas bermacam-macam bangsa, demokrasi diwujudkan dalam PEMILU yang teratur sebagai hal yang sudah melembaga, lebih-lebih untuk pemilihan presiden yang diadakan setiap tahun kabisat (the Election Year) yang benar-benar merupakan pesta demokrasi. 

Dalam menghadapi negara-negara diktator, Amerika Serikat merupakan negara utama yang sangat menentangnya. Sudah banyak kaum diktator yang terjungkal oleh cara dan pembiayaan Negara Paman Sam.

3. Pengaruh di bidang ekonomi.

Amerika Serikat menganut paham liberal-kapitalisme dalam perekonomian. Kebebasan bersaing diperbolehkan sehingga perekonomiannya berkembang pesat. Tata kerja yang efektif dan efisien sangat meningkatkan produktivitas kerja, dalam industri dikenal antara lain sistem time and motion study. 

Segi negatifnya antara lain terjadi krisis besar (The Great Depression). Karena Amerika Serikat telah menjadi negara adi kuasa dalam banyak bidang, krisis ekonomi yang terjadi di negaranya sangat berpengaruh terhadap mata uang asing lain (1929).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel