Langsung ke konten utama

Pelunakan sikap pemerintah kolonial belanda 1936 - 1942

Pelunakan sikap pemerintah kolonial belanda 1936 - 1942 - Gubernur Jenderal Tjarda van Stakenborg Stakhouwer yang memerintah tahun 1936 - 1942 merupakan pejabat tertinggi Belanda yang terakhir. Ia dapat bersikap lebih lunak disebabkan Faktor ekonomi dan situasi dunia. Pada waktu itu ia datang di Indonesia, Zaman Malaise mulai berangsur berkurang, malahan tahun 1938 merupakan puncak situasi ekonomi Indonesia yang menggembirakan. Ekspor dari Indonesia sangat meningkat sehingga dijadikan standar ekonomi sebelum perang. Perang yang mulai melanda Eropa dengan penyerbuan Jerman atas Polandia (1939) memberikan isyarat bahwa bangsa Indonesia akan mempergunakan kesempatan dalam keadaan perang untuk memisahkan diri dari Belanda.

Petisi Soetarjo yang diajukan secara lunak pada tahun 1936 merupakan pertanda bahwa kaum pergerakan dinilai tidak terlalu berbahaya bagi Belanda. Dan lahirnya Gerakan Rakyat Indonesia (1937) serta Gabungan Politik Indonesia (1939) juga dinilai tidak terlalu berbahaya. Waktu kaum petisi menanyakan nasib tuntutannya yang telah diterima oleh Volksraad, Belanda cukup memberikan jawaban bahwa bangsa Indonesia dinilai belum matang untuk merdeka. Demikian juga waktu Gabungan Politik Indonesia mengajukan tuntutan Indonesia Berparlemen, Belanda tidak menunjukkan reaksi keras.

Serbuan Jerman atas negeri Belanda (1940) membuat Pemerintah Belanda yang mulai terpojok bersikap lebih dewasa. Untuk meredakan gerakan rakyat Indonesia dibentuk Komisi Visma yang bertugas mengadakan penyelidikan tentang kemungkinan perubahan kenegaraan di Indonesia. Komisi ini akan menanyai golongan yang sikapnya kooperatif dengan Belanda, mereka yang nonkooperatif dan diasingkan tidak ditanyai. Sehingga hasil laporannya adalah bahwa rakyat Indonesia lebih senang tetap dalam ikatan dengan Belanda.

Karena Hindia Belanda harus makin mandiri di Asia, dibukalah perundingan dengan Jepang dalam bidang perdagangan. Hasilnya tidak ada karena Jepang hanya melakukan taktik pura-pura dalam usaha menutupi rencananya menyerbu Indonesia.

Baca selanjutnya Faktor-faktor pertumbuhan penduduk Indonesia abad ke-19.

Setelah Jepang menyerang Pearl Harbour pada tanggal 7 Desember 1941, pada hari itu juga Hindia Belanda menyatakan perang terhadap Jepang. Selanjutnya Ratu Belanda melalui pidato radio memberikan janji akan memberikan kebebasan yang lebih banyak kepada bangsa Indonesia dalam pemerintahan bila perang sesuai janji Desember. Menyerahnya Belanda secara militer di Kalijati (Kapitulasi Kalijati) tanggal 8 Maret 1942 diartikan bahwa militernya saja yang menyerah kepada Jepang, sedangkan pemerintahan Hindia Belanda tidak. Mereka mendirikan pemerintahan pelarian di Australia dengan nama Netherland Indisch Civil Administration (NICA) yang kemudian membonceng masuk ke Indonesia kembali pada pasukan Australia dan Inggris.

Postingan populer dari blog ini

Arti makna Nefo dan Oldefo

Federasi Malaysia nantinya beranggotakan semua bekas jajahan Inggris di wilayah Asia Tenggara. Usaha pembentukan Federasi Malaysia juga mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, khususnya dan negara-negara Barat pada umumnya. Pemerintah Indonesia yang ketika itu dipimpin oleh Presiden Soekarno melihat pembentukan Federasi Malaysia menyatakan bahwa itu merupakan bentuk kolonialisme baru.
Apalagi, pada saat itu berkembang wacana The New Emerging Forces (Nefo) melawan The Old Established Forces (Oldefo). Nefo adalah lambang kelompok negara-negara yang baru merdeka atau yang menentang imperialisme dan kolonialisme, sosialisme, serta komunis.

Pengertian Nefo, Oldefo, Ganefo

Oldefo adalah lambang negara-negara yang telah mapan dan melaksanakan imperialisme dan kolonialisme/kapitalisme dan negara sedang berkembang yang cenderung pada imperialisme/kolonialisme. Dengan demikian apapun bentuknya imperialisme dan kolonialisme harus dihapuskan.
Pada umumnya hubungan antara negara-negara yang bar…

Materi kandungan Q.S. Yunus ayat 101 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 164

a. Kandungan Q.S. Yunus ayat 101
1. Allah SWT menyerukan kepada Rasulullah SAW, orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan agar mereka mau memperhatikan dan berpikir tentang jagad raya ini.


2. Di jagad raya Allah SWT telah menciptakan bintang, bulan, matahari, bumi, langit, asteroid, planet, dan lain-lain.
3. Allah SWT menciptakan matahari dengan sinarnya yang terang hanyalah satu dari sekitar 100 miliar bintang yang terdapat dalam galaksi Bimasakti.
4. Allah SWT telah menciptakan planet, komet, asteroid, meteor, dan satelit yang mengorbit, sebagai benda-benda langit yang senantiasa mengelilingi matahari.
5. Dialah Allah SWT yang menciptakan bumi ini untuk seluruh makhluk yang hidup dan berkembang biak di dalamnya yang memiliki jarak 149.600.000 km antara bumi dan matahari.
b. Kandungan Q.S. Al-Baqarah ayat 164
1. Langit terdiri dari berbagai jenis benda-benda yang berkelompok. Setiap kelompok memiliki tatanannya sendiri secara beraturan dan setiap satuan da…

Beberapa pendapat peristiwa G 30 S/PKI

Menurut Cleren W. Hall dalam Readers Digest edisi November 1996 peristiwa G 30 S/PKI sebagai manuver PKI dan Sukarno untuk melanjutkan skenario politik yang telah mereka susun selama Demokrasi Terpimpin . Versi ini menyimpulkan bahwa Sukarno dan PKI dalang dibalik peristiwa tersebut.
Menurut Benedick Richard Ogusman Anderson dan Ruth Mc. Key yang dikenal sebagai Curnell Paper. Sebuah artikel yang menyimpulkan peristiwa G 30S/PKI adalah peritiwa listen AD dan PKI bukanlah dalangnya.

Sedangkan Peter Dele Scott, menulis dalam Pasific Affairs (1984), bahwa CIA adalah dalang dibelakang G 30 S/PKI. Sementara Kathy Kadene, wartawati kantor berita State New Servis AS, menyatakan bahwa CIA telah memberikan 5000 nama tokoh PKI kepada Angkatan Darat 1965 yang kemudian dibunuh akibat kegagalan G 30 S/PKI.
Kemudian menurut buku putih yang diterbitkan oleh Sekneg mengungkap keterkaitan Presiden Soekarno tidak dinilai sebagai aktor pasif. Presiden Soekarno hanya memberi peluang PKI untuk memenuhi a…