Pengaruh pertumbuhan penduduk Indonesia abad ke 20

Pengaruh pertumbuhan penduduk Indonesia abad ke 20 - Pertumbuhan penduduk yang pesat mempunyai pengaruh besar dalam berbagai bidang kehidupan terutama dalam dua bidang berikut :

1. Bidang ekonomi.

Dengan pertumbuhan penduduk yang pesat khususnya di Jawa, sedangkan lahan pertanian sulit diperluas lagi, maka tingkat kemakmuran petani makin merosot. Tanah di Jawa makin sulit menghidupi penghuninya di daerah pedesaan, karena itu sebagian pindah ke kota (urbanisasi) menjadi buruh. Sedangkan yang tetap tinggal di pedesaan pun makin banyak menjadi buruh tani akibat hilangnya tanah yang dimilikinya. Sebagian penduduk pindah ke daerah lain (migrasi), mula-mula di Jawa sendiri, kemudian ke luar Jawa.

2. Bidang sosial.

Merosotnya tingkat kemakmuran akibat pertambahan penduduk, menyebabkan kemiskinan menjadi masalah yang dapat menimbulkan keresahan sosial. Penduduk pribumi makin miskin, sementara itu para pejabat Belanda hidupnya jauh lebih baik. Kesenjangan sosial (social gap) antara penduduk Indonesia yang miskin dengan penduduk Eropa yang makin makmur menimbulkan keresahan sosial yang dapat meletus dalam bentuk pemberontakan.

Baca selanjutnya Keresahan sosial abab ke-19 Perang Jawa Diponegoro.

Sampai akhir abad ke-19 diperkirakan bahwa sebagian besar penduduk Indonesia (80%) tinggal di pedesaan. Pedesaan yang sebagian besar masih merupakan masyarakat tertutup bersifat homogen, artinya penduduknya berasal dari daerah itu sendiri dengan kehidupan sosial-budaya yang khas. Keadaan demikian memudahkan seorang pemimpin memperoleh pengaruh untuk mengajak melawan kekuasaan Belanda sebagai kekuasaan asing. Sekitar dua puluh persen penduduk Indonesia tinggal di perkotaan. Perkotaan merupakan masyarakat terbuka yang bersifat heterogen artinya penduduknya berasal dari macam-macam daerah atau suku bangsa. Penduduk perkotaan pada umumnya lebih terdidik daripada di pedesaan. Mereka inilah yang kemudian pada abad ke-20 mengadakan perlawanan dengan mempergunakan organisasi modern secara politik.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel