Langsung ke konten utama

Perbedaan tiga unsur Indonesia dengan Eropa

Perbedaan tiga unsur Indonesia dengan Eropa - Gerakan sosial di Indonesia seperti diuraikan dalam Pasal 1 dan 2, berbeda jauh dengan yang terjadi di Eropa. Tiga unsur yang membedakannya adalah sebagai berikut :

1. Lingkungan.

Di Indonesia masyarakat sebagian besar terdapat di pedesaan, sedangkan di Eropa pada abad ke-19 sebagian besar justru di perkotaan. Jadi secara sosiologis dan kultural jauh berbeda.

2. Wujud Gerakan.

Sebagai akibat keresahan sosial di Indonesia berupa perlawanan dalam ukuran kecil, gerakan Ratu Adil menginginkan keadaan seperti masa lampau, dan kegiatan sekte keagamaan yang sifatnya rohaniah. Di Eropa yang pendidikan penduduknya sudah lebih maju yaitu di perguruan tinggi, tokoh-tokohnya adalah kaum intelek yang pemikirannya bukan saja bersifat nasional, bahkan internasional. Gerakan-gerakan sosialnya sudah didasarkan organisasi modern seperti serikat buruh yang perjuangannya berhasil sampai memperoleh kepastian dalam hukum berupa undang-undang.

3. Kebebasan.

Bangsa Indonesia merupakan bangsa terjajah. Akibat penindasan dan pemerasan menimbulkan reaksi secara lebih ekstrim. Bangsa Eropa pada umumnya sudah merupakan bangsa bebas yang merdeka, termasuk dalam mengutarakan pemikiran dan berorganisasi setelah terjadi revolusi agraria di daerah pedesaan dan revolusi industri di perkotaan.

Keadaan kota-kota di Inggris pada permulaan abad ke-19 sangat menyedihkan. Kota-kota industri seperti Liverpool, Manchester, dan Birmingham padat oleh kaum buruh. Mereka harus bekerja lebih dari dua belas jam sehari, tetapi jumlah perumahan tempat mereka melepaskan lelah tidak mencukupi, dengan lingkungan yang kotor dan tidak sehat. Gaji mereka sangat rendah. Bila mereka tidak bersedia menerimanya banyak orang yang bersedia menggantikannya. Pada umumnya mereka berasal dari daerah pedalaman dan pergi ke kota mengadu nasib, akibat adanya Revolusi Agraria. Majikan dapat menekan gaji buruh serendah mungkin agar memperoleh banyak untung. Untuk menghilangkan penderitaan hidup yang berat, banyak kaum buruh melarikan diri ke kehidupan sesat, yaitu minum-minum sampai mabuk. Dengan cara demikian mereka dapat melepaskan diri untuk sementara dari kenyataan hidup yang pahit dan berat, tetapi merugikan diri sendiri. Kejahatan di kota makin merajalela dan merupakan pesta kejahatan (Carnival Crime). Pemerintah Inggris menangkapi penjahat-penjahat besar dan membuangnya ke Australia.

Kehidupan getir itu tidak hanya dirasakan oleh kaum pria dan wanita dewasa, tetapi juga dirasakan oleh anak-anak. Karena pendapatan sangat rendah, wanita dan anak-anak ikut serta bekerja. Tenaga mereka dibayar lebih murah. Banyak dari mereka yang harus bekerja di tambang batu bara. Mereka mendorong lori di terowongan-terowongan gelap sehingga tidak tahu waktu siang atau malam. Di Industri tekstil, para pekerja antara lain harus meloncat-loncat sepanjang hari untuk melunakkan dan membersihkan benang-benang vlas yang akan dipergunakan untuk kain lena.

Baca selanjutnya Pemikiran paham baru liberalisme.

Walaupun mereka telah bekerja lebih dari dua belas jam sehari, namun gaji yang diperoleh belum juga mencukupi. Harga bahan makanan sangat tinggi, lebih-lebih setelah Inggris mengeluarkan Cornlaw yang melarang impor gandum (1815). Karena keperluan pokok belum juga tercukupi, mereka tidak dapat memikirkan pendidikan anak-anaknya.

Postingan populer dari blog ini

Arti makna Nefo dan Oldefo

Federasi Malaysia nantinya beranggotakan semua bekas jajahan Inggris di wilayah Asia Tenggara. Usaha pembentukan Federasi Malaysia juga mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, khususnya dan negara-negara Barat pada umumnya. Pemerintah Indonesia yang ketika itu dipimpin oleh Presiden Soekarno melihat pembentukan Federasi Malaysia menyatakan bahwa itu merupakan bentuk kolonialisme baru.
Apalagi, pada saat itu berkembang wacana The New Emerging Forces (Nefo) melawan The Old Established Forces (Oldefo). Nefo adalah lambang kelompok negara-negara yang baru merdeka atau yang menentang imperialisme dan kolonialisme, sosialisme, serta komunis.

Pengertian Nefo, Oldefo, Ganefo

Oldefo adalah lambang negara-negara yang telah mapan dan melaksanakan imperialisme dan kolonialisme/kapitalisme dan negara sedang berkembang yang cenderung pada imperialisme/kolonialisme. Dengan demikian apapun bentuknya imperialisme dan kolonialisme harus dihapuskan.
Pada umumnya hubungan antara negara-negara yang bar…

Materi kandungan Q.S. Yunus ayat 101 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 164

a. Kandungan Q.S. Yunus ayat 101
1. Allah SWT menyerukan kepada Rasulullah SAW, orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan agar mereka mau memperhatikan dan berpikir tentang jagad raya ini.


2. Di jagad raya Allah SWT telah menciptakan bintang, bulan, matahari, bumi, langit, asteroid, planet, dan lain-lain.
3. Allah SWT menciptakan matahari dengan sinarnya yang terang hanyalah satu dari sekitar 100 miliar bintang yang terdapat dalam galaksi Bimasakti.
4. Allah SWT telah menciptakan planet, komet, asteroid, meteor, dan satelit yang mengorbit, sebagai benda-benda langit yang senantiasa mengelilingi matahari.
5. Dialah Allah SWT yang menciptakan bumi ini untuk seluruh makhluk yang hidup dan berkembang biak di dalamnya yang memiliki jarak 149.600.000 km antara bumi dan matahari.
b. Kandungan Q.S. Al-Baqarah ayat 164
1. Langit terdiri dari berbagai jenis benda-benda yang berkelompok. Setiap kelompok memiliki tatanannya sendiri secara beraturan dan setiap satuan da…

Beberapa pendapat peristiwa G 30 S/PKI

Menurut Cleren W. Hall dalam Readers Digest edisi November 1996 peristiwa G 30 S/PKI sebagai manuver PKI dan Sukarno untuk melanjutkan skenario politik yang telah mereka susun selama Demokrasi Terpimpin . Versi ini menyimpulkan bahwa Sukarno dan PKI dalang dibalik peristiwa tersebut.
Menurut Benedick Richard Ogusman Anderson dan Ruth Mc. Key yang dikenal sebagai Curnell Paper. Sebuah artikel yang menyimpulkan peristiwa G 30S/PKI adalah peritiwa listen AD dan PKI bukanlah dalangnya.

Sedangkan Peter Dele Scott, menulis dalam Pasific Affairs (1984), bahwa CIA adalah dalang dibelakang G 30 S/PKI. Sementara Kathy Kadene, wartawati kantor berita State New Servis AS, menyatakan bahwa CIA telah memberikan 5000 nama tokoh PKI kepada Angkatan Darat 1965 yang kemudian dibunuh akibat kegagalan G 30 S/PKI.
Kemudian menurut buku putih yang diterbitkan oleh Sekneg mengungkap keterkaitan Presiden Soekarno tidak dinilai sebagai aktor pasif. Presiden Soekarno hanya memberi peluang PKI untuk memenuhi a…