Langsung ke konten utama

Menghapus pengaruh imperialisme moderasi jepang di kalangan rakyat Indonesia

Menghapus pengaruh imperialisme moderasi jepang di kalangan rakyat Indonesia - Modernisasi Jepang yang diikuti dengan imperialisme modern-militer membawa pengaruh besar di dunia, terutama di Asia dalam bidang politik, militer, dan ekonomi.

a. Bidang politik.

Kemenangan Jepang atas Rusia (1905) membangkitkan kesadaran politik bangsa Asia yang masih terjajah dan menimbulkan Kebangunan Asia. Di beberapa daerah jajahan terjadi gerakan nasional yang bertujuan memperoleh kembali kemerdekaan. Misalnya di Indonesia dengan lahirnya Budi Utomo (1908), di Vietnam dengan Vietnam Restoration League (1907). Sedangkan di negara-negara yang telah lebih dahulu timbul pergerakan nasional seperti India dan Filipina, gerakan tersebut makin meningkat aktivitasnya. Negeri Matahari Terbit itu dianggap telah memberikan sinar terang kepada Asia yang masih dalam kegelapan.

Negeri Jepang makin berusaha menguasai dunia dengan semboyannya Hokko-Ichi-u. Mereka merasa mendapat tugas suci menurut agama Shinto untuk memimpin bangsa lain sebagai saudara tua terhadap saudara muda. Proses japanisasi dijalankan sehingga negeri Jepang makin luas. Semuanya merupakan imperialis Jepang yang bermaksud menggantikan kedudukan imperialis Barat di Asia.

b. Bidang militer.

Tentara Jepang yang juga dikenal sebagai pasukan kate (waktu itu orang-orang Jepang masih pendek-pendek) memiliki semangat bushido yang tinggi dan ditunjang dengan persenjataan modern. Ekspansinya yang selalu berhasil menyadarkan bangsa lain khususnya bangsa Barat akan bahaya kuning dari utara.

Suatu persekutuan yang bersifat militer terjadi antara Inggris dengan Jepang (Anglo Japanese Alliance) yang merupakan persiapan Jepang terhadap Rusia dan merupakan suatu emansipasi negara Timur terhadap Barat. Setelah persekutuan itu habis masanya, Amerika Serikat sebagai negara Barat dan Pasifik memprakarsai Konperensi Washington (1921 - 1922). Dalam pertemuan tersebut antara lain diperoleh persetujuan antara Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Jepang (Four Power Treaty) yang berisi bahwa masing-masing akan menghormati wilayah negara lain di lingkungan Pasifik dan diadakan pembatasan kekuatan laut.

Akibat meletusnya Perang Pasifik yang ditimbulkan oleh Jepang, negara-negara Barat yang mempunyai jajahan di Asia mengadakan Komando Gabungan (ABDA Command), tetapi tidak mampu menghalangi ekspansi Jepang di Asia Tenggara.

c. Bidang ekonomi.

Jepang berusaha merebut pasaran hasil industrinya dengan mengadakan politik dumping. Asia Tenggara merupakan sasaran yang baik, karena penduduknya banyak tetapi daya belinya rendah. Karena itu, barang-barang Made In Japan memperoleh pasaran yang luas walaupun negara-negara Barat sebagai penguasa telah membatasinya.

Sejalan dengan semboyannya Hokko-Ichi-u, Jepang menggembar-gemborkan adanya Lingkungan Kesemakmuran Asia Timur Raya yang merupakan semacam Commonwelth of Nations dari Inggris. Negara-negara Asia Tenggara yang kaya bahan industri akan bekerja sama dengan Jepang yang maju dalam industrinya, sehingga terjadi kerja sama yang serasi untuk meningkatkan kemakmuran bersama. Tokoh penganjurnya adalah Pangeran Konoye.
Dengan diadakannya Perang Pasifik tahun 1941 - 1945, maka keinginan Jepang menguasai wilayah Asia Tenggara yang kaya bahan makanan, bahan industri, lebih-lebih bahan strategi seperti minyak dapat tercapai. Wilayah itu dijadikan wilayah supply (home front) untuk menyukseskan Perang Asia Timur Raya yang dikobarkannya. 

Postingan populer dari blog ini

Arti makna Nefo dan Oldefo

Federasi Malaysia nantinya beranggotakan semua bekas jajahan Inggris di wilayah Asia Tenggara. Usaha pembentukan Federasi Malaysia juga mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, khususnya dan negara-negara Barat pada umumnya. Pemerintah Indonesia yang ketika itu dipimpin oleh Presiden Soekarno melihat pembentukan Federasi Malaysia menyatakan bahwa itu merupakan bentuk kolonialisme baru.
Apalagi, pada saat itu berkembang wacana The New Emerging Forces (Nefo) melawan The Old Established Forces (Oldefo). Nefo adalah lambang kelompok negara-negara yang baru merdeka atau yang menentang imperialisme dan kolonialisme, sosialisme, serta komunis.

Pengertian Nefo, Oldefo, Ganefo

Oldefo adalah lambang negara-negara yang telah mapan dan melaksanakan imperialisme dan kolonialisme/kapitalisme dan negara sedang berkembang yang cenderung pada imperialisme/kolonialisme. Dengan demikian apapun bentuknya imperialisme dan kolonialisme harus dihapuskan.
Pada umumnya hubungan antara negara-negara yang bar…

Materi kandungan Q.S. Yunus ayat 101 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 164

a. Kandungan Q.S. Yunus ayat 101
1. Allah SWT menyerukan kepada Rasulullah SAW, orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan agar mereka mau memperhatikan dan berpikir tentang jagad raya ini.


2. Di jagad raya Allah SWT telah menciptakan bintang, bulan, matahari, bumi, langit, asteroid, planet, dan lain-lain.
3. Allah SWT menciptakan matahari dengan sinarnya yang terang hanyalah satu dari sekitar 100 miliar bintang yang terdapat dalam galaksi Bimasakti.
4. Allah SWT telah menciptakan planet, komet, asteroid, meteor, dan satelit yang mengorbit, sebagai benda-benda langit yang senantiasa mengelilingi matahari.
5. Dialah Allah SWT yang menciptakan bumi ini untuk seluruh makhluk yang hidup dan berkembang biak di dalamnya yang memiliki jarak 149.600.000 km antara bumi dan matahari.
b. Kandungan Q.S. Al-Baqarah ayat 164
1. Langit terdiri dari berbagai jenis benda-benda yang berkelompok. Setiap kelompok memiliki tatanannya sendiri secara beraturan dan setiap satuan da…

Beberapa pendapat peristiwa G 30 S/PKI

Menurut Cleren W. Hall dalam Readers Digest edisi November 1996 peristiwa G 30 S/PKI sebagai manuver PKI dan Sukarno untuk melanjutkan skenario politik yang telah mereka susun selama Demokrasi Terpimpin . Versi ini menyimpulkan bahwa Sukarno dan PKI dalang dibalik peristiwa tersebut.
Menurut Benedick Richard Ogusman Anderson dan Ruth Mc. Key yang dikenal sebagai Curnell Paper. Sebuah artikel yang menyimpulkan peristiwa G 30S/PKI adalah peritiwa listen AD dan PKI bukanlah dalangnya.

Sedangkan Peter Dele Scott, menulis dalam Pasific Affairs (1984), bahwa CIA adalah dalang dibelakang G 30 S/PKI. Sementara Kathy Kadene, wartawati kantor berita State New Servis AS, menyatakan bahwa CIA telah memberikan 5000 nama tokoh PKI kepada Angkatan Darat 1965 yang kemudian dibunuh akibat kegagalan G 30 S/PKI.
Kemudian menurut buku putih yang diterbitkan oleh Sekneg mengungkap keterkaitan Presiden Soekarno tidak dinilai sebagai aktor pasif. Presiden Soekarno hanya memberi peluang PKI untuk memenuhi a…