Terusan Suez yang saat itu berada di bawah kekuasan Inggris

Terusan Suez yang saat itu berada di bawah kekuasan Inggris - Terusan Suez yang menghubungkan Laut Merah dengan Laut Tengah terletak di wilayah Mesir, yaitu di tanah genting antara kedua laut tersebut yang jaraknya kira-kira 169 km. Terletak antara Port Taufiq dan kota Suez di tepi Laut Merah, dengan Port Said dan Port Fuad di tepi Laut Tengah.

a. Perdangan.

Timbulnya ide pembuatan terusan yang menghubungkan Sungai Nil dengan Danau Timsah atau Danau Bitter, agar dapat diperoleh air tawar secara mudah dan sekaligus untuk memperlancar hubungan dagang. Padang abad ke-14 Sebelum Masehi pembuatan terusan dilakukan oleh Raja Necho, tetapi tidak selesai. Pekerjaan diteruskan oleh Darius Hystaspis (521 - 486 SM) dari Persia. Tetapi, Kalif Abu Jafar al Mansur menutup terusan tersebut demi keamanan Mesir.

Setelah ada hubungan dagang Asia - Eropa melalui Laut Merah dirasakan bahwa tanah genting antara Semenanjung Sinai dengan Mesir merupakan penghalang lancarnya perdagangan laut antara kedua benua. Perdagangan melalui laut terpaksa disambung dengan pengangkutan melalui darat.

Sesudah bangsa Portugis sampai di Asia, mereka berusaha menguasai Aden dan Mesir, agar hubungan pelayaran dan perdagangan antara India dan Portugal dapat dipersingkat. Usaha itu tidak berhasil, karena kuatnya pertahanan Aden yang merupakan pintu gerbang masuk Laut Merah.

Pada akhir abad ke-18 Napoleon Bonaparte bermaksud melalui Mesir menyerang Inggris di India seperti yang dilakukan oleh Iskandar Agung. Armada Perancis terputus pelayarannya karena tidak ada jalan yang menghubungkan Laut Tengah dengan Laut Merah, kemudian dihancurkan Inggris di Abukir, sehingga ke India gagal. Napoleon mengajukan ide pembuatan sebuah terusan yang menghubungkan Sungai Nil dengan Laut Merah guna kelancaran hubungan Eropa.

Sejarah lama menunjukkan perlu adanya suatu terusan yang menghubungkan Laut Merah dengan Laut Tengah demi lancarnya perdagangan maupun militer.

b. Posisi silang.

Wilayah Terusan Suez memiliki posisi silang, karena terletak antara Benua Asia dan Afrika dan antara Laut Merah dengan Laut Tengah. Sebelum terusan dibangun, fungsi utamanya adalah sebagai penghubung Asia dengan Afrika. Setelah terusan dibangun, fungsi utamanya adalah penghubung Laut Merah dengan Laut Tengah yang pada hakikatnya menghubungkan Benua Afrika - Asia - Eropa.

Dengan posisi silang tersebut daerah tanah genting Suez mempunyai nilai strategi yang penting. Posisi itulah yang mendorong Inggris sebagai raja lautan dan imperialis modern untuk menguasai Terusan Suez dan daerah sekitarnya, yaitu Mesir dan Israel. Sekarang Terusan Suez dimiliki Mesir, sebagian dari penghasilan negara itu diperoleh dari pajak kapal yang melewatinya. Terusan terlindung oleh Semenanjung Sinai yang juga mempunyai arti strategi yang penting.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel