Langsung ke konten utama

Gerakan nasionalisme dikawasan Asia

Gerakan nasionalisme dikawasan Asia - Gerakan nasionalisme yang dilakukan oleh negara-negara yang terdapat di kawasan Asia adalah bentuk reaksi atas tindakan imperialisme yang dilakukan oleh bangsa Eropa di kawasan asia. Nasionalisme adalah bentuk kecintaan dan kesetiaan setiap individu ataupun kelompok terhadap bangsa dan negaranya.

Adapun faktor-faktor yang mendorong munculnya gerakan nasionalisme adalah sebagai berikut :

1. Faktor kenangan kejayaan di masa lampau.

Sebelum imperialisme bangsa barat masuk kekawasan asia,pada umumnya negara-negara yang berada di kawasan asia pernah memiliki masa-masa berdaulat dan berkuasa seperti negara Indonesia misalnya pada masa kerajaan majapahit dan kerajaan sriwijaya ataupun negara india pada masa kerajaan Ashoka. Hal tersebutlah yang menimbulkan semangat untuk mengulang kembali masa-masa kejayaan tersebut.

2. Faktor penderitaan dan kesengsaraan akibat imperialisme.

Muncul dan berkembangnya imperialisme dikawasan asia membawa pengaruh yang sangat besar terhadap rakyat yang menjadi korban imperialisme tersebut. Hal ini disebabkan  karena kaum imperialis hanya memiliki satu tujuan yaitu memperkaya dan mengambil keuntungan sebanyak mungkin tanpa memikirkan nasip negara-negara yang menjadi korban imperialis, Inilah salah satu faktor yang mendorong timbulnya perlawanan yang bersifat nasionalis.

3. Faktor munculnya gololngan cendikiawan.

Para kaum cendikiawan merupakan salah satu faktor pendorong gerakan nasionalisme hal ini di sebabkan adanya kaum cendikiawan pribumi tampil di panggung politik di dalam negaranya dan menjadi penggerak atau pemimpin pergerakan nasionalisme. Contohnya Dr. Sun Yat Sen ia merupakan tokoh pergerakan nasionalisme dari Cina,mustapha kemal adalah tokoh militer pergerakan nasionalisme dari Turki dan Mahatma Gandhi yang merupakan tokoh pergerakan nasionalisme dari India.

Gerakan nasionalisme dikawasan Asia

4. Faktor kemenangan Jepang atas rusia(1905).

Kemenangan yang di raih oleh Jepang atas rusia memberikan semangat bagi negara-negara yang berada di kawasan Asia untuk menetang kekuasaan imperialisme barat yang ada di kawasan asia. Di indonesia gerakan nasionalisme dimulai dengan mendirikan sebuah organisasi yang diberi nama organisasi Budi Utomo (1908).

5. faktor kemajuan dalam bidang politik,sosial-budaya dan ekonomi.

Rasa nasionalisme suatu bangsa dapat tumbuh dengan baik karena kemajuan di bidang politik,sosial-budaya dan ekonomi.

a. Aspek politik.

Nasionalis bersifat menumbangkan dominasi politik imperialis dan bertujuan menghapuskan pemerintahan kolonial dengan tujuan utama membangun politik yang bersifat nasionalis.

b. Aspek sosial-ekonomi.

Nasionalisme mempunyai sifat menghilangkan kesenjangan sosial yang diciptakan oleh pemerintahan kolonial dan bertujuan menghentikan ekploitasi ekonomi.

c. Aspek budaya.

Nasionalisme bersifat menghilangkan pengaruh kebudayaan asing yang buruk dan mempunyai tujuan menghidupkan kebudayaan yang mencerminkan harga diri bangsa setara dengan bangsa lain. Ketiga aspek tersebut merupakan kesatuan yang di perjuangkan secara serentak oleh tokoh-tokoh penggerak nasionalisme di negara-negara yang menjadi korban imperialisme dan kolonialisme bangsa barat.

Berikut ini adalah gerakan-gerakan nasionalisme yang tumbuh dan berkembang di kawasan di Asia :

1. Gerakan nasionalisme Cina.

Tokoh yang mempolopori gerakan nasionalisme dari Cina adalah Dr Sun Yat Sen ia mendirikan partai politik yang bernama partai nasional cina (kuo min tang). ia mencita-citakan Cina berdasarkan San Min Chu I (tiga sendi kedaulatan rakyat) yang terdiri atas :

  • Republik Cina adalah suatu negara nasionalis Cina.
  • Pemerintahan Cina di susun berdasarkan demokrasi atau kedaulatan berada di tangan rakyat.
  • Pemerintahan Cina mengutamakan kesejateraan sosial bagi rakyat Cina

Dan antara tahun 1916-1922 terjadi kekacauan di Cina tetapi hal tersebut dapat di padamkan oleh Dr Sun Yat Sen dan ia menjadi presiden pertama Cina sampai akhir hayat nya tahun 1924 pemerintahannya di gantikan oleh Chuang Kai Shek.

2. Pergerakan nasionalisme di turki.

Tokoh yang mempololpori gerakan nasionalisme di turki adalah seorang tokoh militer turki yang benama mustapha kemal pasha, Ia bersimpati terhadap gerakan Turki muda. Gerakan Turki muda merupakan awal dari gerakan nasionalisme yang dilakukan oleh rakyat Turki hal ini disebabkan karena gerakan itu terbentuk atas dasar semangat kebangsaan yang berusaha menggulingkan kekuasan barat dan menentang rezim lama yang lemah(sultan hamid II). Gerakan tersebut behasil mengusir sekutu dan memaksa untuk duduk di meja perundingan perjanjian Laussane 1923.

3. Gerakan nasionalisme Pilipina.

Tokoh yang mempolopori gerakan nasionalisme di Pilipina adalah Jose Rizal ia memimpim pemberontakan katipuran yang betujuan untuk mengusir penjajahan bangsa spanyol dari filipina namun pemberontakan itu gagal, dan Jose Rizal di jatuhi hukuman mati pada tanggal 30 Desember 1896. 

Kematian Jose Rizal menimbulkan kemarahan rakyat Pilipina terhadap penjajahan Spanyol hal tersebut terbukti sejak tahun 1896 pemberontakan di lanjutkan oleh Euriho Aqwraldo dan kemerdekaan pun di peroleh pada tanggal 12 Juni 1898, namun kemerdekaan itu tidak berlangsung lama,kerena kemunculan amerika serikat yang menghapuskan kemerdekaan itu. Amerika Serikat baru memberi kemerdekaan kepada filipina pada tanggal 17 Juni 1946.

4. Gerakan nasionalisme india.

Negara India memulai gerakan nasionalismenya dengan membentuk sebuah organisasi yang benama all india nations congers tokoh-tokoh yang terkenal dalam organisasi tersebut adalah Mahatma Gandhi, Pandhit J.Nehru.B.G Tilak, Moh. Ali Jinah, Iskandar Mirza, Liquat Ali Khan. Tokoh yang paling terkenal adalah mahatma gandhi yang mendapat julukan bapak kemerdekaan india. Dasar perjuangan dari mahatma gandhi adalah sebagai berikut :

  • Ahimsa(dilarang membunuh) yaitu gerakan anti perperangan.
  • Hartal yaitu suatu pergerakan rakyat yang menolak bekerjasama dengan kolonialisme Inggris.
  • Satya gahna yaitu suatu gerakan rakyat india yang tidak bekerja dengan pemerintahan kolonial Inggris.
  • Swadesi yaitu suatugerakan rakyat india untuk memakai barang-barang buatan negeri sendiri.

Dengan keempat dasar perjuangan itulah rakyat India mampu mungusir kolonialisme Inggris dari negara mereka.

5. Gerakan nasionalisme mesir.

Tokoh yang mengawali pergerakan nasionalisme di Mesir adalah Muhamad Ali dengan cara menjadi bagian dari kesultanan Turki lalu Muhamad Ali di tunjuk sebagai pasha (gubernur) Mesir, setelah ia menjdi pashar(gubernur) Mesir Muhamad Ali mulai membangun mesir menjadi sebuah negara yang kuat dan pelahan mulai memisahkan diri dari kesultanan Turki hal tersebut memicuh perperangan antara mesir dengan Turki namun turki yang yang di bantu oleh Inggris dan Rusia terlalu kuat bagi Mesir yang hanya dibantu Prancis dengan kekalah tersebut membuat Mesir secara perlahan menerima kehadiran Inggris di negaranya melalui konverensi Alexandria(1840).

Gerakan nasionalisme di Mesir terus berlanjut di bawah pimpinan Arbi Pasha(1881-1882) tujuannya adalah menentang kekuasaan bangsa Eropa terutama Inggris,setelah perang DUNIA II berakhir Nasionalisme Mesir terus berkobar puncaknya pada tanggal 23 Juli 1952 meletuslah revolusi mesir.dan pada akhirnya pada tanggal 18 Juni 1953 mesir menjadi negara berbentuk republik. meskipun telah merdeka gerakan Nasionalisme terus di kobarkan oleh Gamal Abdul Nasser.

Postingan populer dari blog ini

Arti makna Nefo dan Oldefo

Federasi Malaysia nantinya beranggotakan semua bekas jajahan Inggris di wilayah Asia Tenggara. Usaha pembentukan Federasi Malaysia juga mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, khususnya dan negara-negara Barat pada umumnya. Pemerintah Indonesia yang ketika itu dipimpin oleh Presiden Soekarno melihat pembentukan Federasi Malaysia menyatakan bahwa itu merupakan bentuk kolonialisme baru.
Apalagi, pada saat itu berkembang wacana The New Emerging Forces (Nefo) melawan The Old Established Forces (Oldefo). Nefo adalah lambang kelompok negara-negara yang baru merdeka atau yang menentang imperialisme dan kolonialisme, sosialisme, serta komunis.

Pengertian Nefo, Oldefo, Ganefo

Oldefo adalah lambang negara-negara yang telah mapan dan melaksanakan imperialisme dan kolonialisme/kapitalisme dan negara sedang berkembang yang cenderung pada imperialisme/kolonialisme. Dengan demikian apapun bentuknya imperialisme dan kolonialisme harus dihapuskan.
Pada umumnya hubungan antara negara-negara yang bar…

Materi kandungan Q.S. Yunus ayat 101 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 164

a. Kandungan Q.S. Yunus ayat 101
1. Allah SWT menyerukan kepada Rasulullah SAW, orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan agar mereka mau memperhatikan dan berpikir tentang jagad raya ini.


2. Di jagad raya Allah SWT telah menciptakan bintang, bulan, matahari, bumi, langit, asteroid, planet, dan lain-lain.
3. Allah SWT menciptakan matahari dengan sinarnya yang terang hanyalah satu dari sekitar 100 miliar bintang yang terdapat dalam galaksi Bimasakti.
4. Allah SWT telah menciptakan planet, komet, asteroid, meteor, dan satelit yang mengorbit, sebagai benda-benda langit yang senantiasa mengelilingi matahari.
5. Dialah Allah SWT yang menciptakan bumi ini untuk seluruh makhluk yang hidup dan berkembang biak di dalamnya yang memiliki jarak 149.600.000 km antara bumi dan matahari.
b. Kandungan Q.S. Al-Baqarah ayat 164
1. Langit terdiri dari berbagai jenis benda-benda yang berkelompok. Setiap kelompok memiliki tatanannya sendiri secara beraturan dan setiap satuan da…

Beberapa pendapat peristiwa G 30 S/PKI

Menurut Cleren W. Hall dalam Readers Digest edisi November 1996 peristiwa G 30 S/PKI sebagai manuver PKI dan Sukarno untuk melanjutkan skenario politik yang telah mereka susun selama Demokrasi Terpimpin . Versi ini menyimpulkan bahwa Sukarno dan PKI dalang dibalik peristiwa tersebut.
Menurut Benedick Richard Ogusman Anderson dan Ruth Mc. Key yang dikenal sebagai Curnell Paper. Sebuah artikel yang menyimpulkan peristiwa G 30S/PKI adalah peritiwa listen AD dan PKI bukanlah dalangnya.

Sedangkan Peter Dele Scott, menulis dalam Pasific Affairs (1984), bahwa CIA adalah dalang dibelakang G 30 S/PKI. Sementara Kathy Kadene, wartawati kantor berita State New Servis AS, menyatakan bahwa CIA telah memberikan 5000 nama tokoh PKI kepada Angkatan Darat 1965 yang kemudian dibunuh akibat kegagalan G 30 S/PKI.
Kemudian menurut buku putih yang diterbitkan oleh Sekneg mengungkap keterkaitan Presiden Soekarno tidak dinilai sebagai aktor pasif. Presiden Soekarno hanya memberi peluang PKI untuk memenuhi a…