Kebangkitan Bangsa-bangsa di Asia dan Afrika

a. Kebangkitan Bangsa-bangsa di Asia dan Afrika.

1.India.

India pernah jaya semasa kerajaan Gupta, tapi setelah tahun 500 terjadi perang anatar kerajaan-kerajaan kecil, sehingga dengan mudah dikuasai oleh Turki dan Arab. Pertengahan abad XVIII Inggris menjadi penjajah terkuat di India. Sampai abad XIX kekuasaan Inggris di India semakin kuat, sehingga keadaan masyarakat India sangat buruk. 

Sebab khusus timbulnya kesadaran rakyat India menentang penjajahan bangsa asing adalah penetrasi barat yang dipaksakan oleh Inggris. Selanjutnya muncullah reaksi dari para ahli budaya yang menuntut gerakan Nasional dimulai dari kebudayaan, baru kemudian melangkah ke politik. Kemerdekaan India pada tanggal 15 agustus 1947, India menerima status dominion dari Inggris dan India dibagi menjadi 2, yaitu Republik Barat (India) dan Republik Pakistan.

Kebangkitan Bangsa-bangsa di Asia dan Afrika

2.Turki.

Awalnya Turki merupakan kerajaan besar antara 1520-1566 di bawah pimpinan Sultan Sulaiman dan memiliki wilayah yang sangat luas. Pada awal abad XX kejayaan Turki mulai surut karena kerajaan Turki selalu sibuk memperluas wilayah sehingga perhatiannya terhadap daerah-daerah jajahan yang sudah dikuasainya berkurang. Disamping itu ada sebab lain sehingga Turki hancur yaitu :

  • Setelah Sultan Sulaiman meninggal tidak ada penggantinya yang baik.
  • Ada kekuasaan dari Negara lain yang ingin menguasai daerah jajahan Turki.
  • Ada korupsi di dalam pemerintahan sendiri.

Lama kelamaan Turki kehilangan daerah-daerah jajahannya dan melemah, sehingga di juluki “The Sick Man of Turkey”. Namun ada penyelamat Turki dari derita berkepanjangan yaitu Mustapha Kemal Pasha yang memimpin GerakanTurku Muda. Ia dengan gigih menyelamatkan Turki, ia menolak perjanjian sevres. 

Turki selamat dan menjadi republic Turki pada tanggal 29 Oktober 1923 dengan Mustapha Kemal Pasha sebagai presiden pertama dan berkembang menjadi Negara modern dan di juluki Attaturk yang berarti Bapaknya orang Turki.

3.Philipina.

Ketetapan Kejayaan perjanjian Saragosa (1526) menjadikan Spanyol menempati dan akhirnya menjajah Plilipina cukup lama, kurang lebih 350 tahun (1526-1898) yang membuat rakyat Philipina sangat menderita dan timbul kebencian terhadap Spanyol. Kebencian memuncak dengan munculnya pemberontakan-pemberontakan tetapi gagal. Lambat laun muncul Nasionalisme di Philipina setelah ada factor-faktor yang mempengaruhinya.

Setelah kesadaran Nasional timbul, kemudian muncul perjuangan-perjuangan melawan Spanyol. Tahun 1898 terjadi perang antara Amerika melawan Spanyol. Amerika berhasil merebut Philipina dari Spanyol berkat bantuan Aquinaldo yang kembali ke tanah airnya. 

Philipina harus berjuang kembali untuk merebut kemerdekaan dari AS mulai tanggal 4 Februari 1899 tetapi kalah karena persenjataan yang kurang lengkap. Rakyat Philiphina harus terus berjuang untuk mendapat kemerdekaan Tahun 1934 AS memberikan status persemakmuran kepada philiphina. Pada awal perang Dunia II Jepang menang atas AS dan merebut Philipina pada tanggal 6 Mei 1942.

Dibentuklah Negara Republik Philipina dengan Laurel sebagai Presidennya. AS berhasil merebut Philipina dari Jepang dan menepatu janjinya dengan memberikan kemerdekaan penuh kepada Philipina pada tanggal 4 Juni 1946. Bentuk pemerintahannya adalah republic dengan Manuel Roxas sebagai Presidennya.

b. Perbandingan Perjuangan Kemerdekaan di Indonesia dengan beberapa Negara di Dunia.

1. Persamaan-persamaan :

  • Sama-sama merasa sebagai bangsa terjajah berhak dan berusaha menuntut persamaan hak dan melepaskan belenggu dan pengaruh asing dari negaranya.
  • Sama-sama digerakkkan oleh golongan elit cendekiawan yang lahir karena pengaruh paham-paham baru dari Eropa, kemudian mampu menyoroti ketidakadilan-ketidakadilan yang diterapkan oleh kolonialis.
  • Sama-sama ingin mengembalikan masa lampau yang pernah mengalami kejayaan.

2. Perbedaan-perbedaan :

  • Sebab-sebab perjuangan. Bila Negara Indonesia, India dan Philiphina berusaha lepas dar penjajah (segala aspek kehidupan).
  • Perbedaan kondidi social budaya akan memunculkan reaksi yang berbeda dalam menghadapi kolonialis dan imperialis :

1.) Melalui jalan pendidikan untuk memajukanperbaikan social ekonomi (RI).
2.) Memperbaiki keadaan social ekonomi disertai pembaruan mental manusianya (India).
3.) Menerapkan budaya barat untuk mengangkat derajat social ekonomi bangsa (Turki).

3. Perbedaan-perbedaan watak Imperialis :

1.) Amerika Serikat berwatak liberal (Philipina mendapat kemerdekaan sebelum memberontak).
2.) Inggris agak liberal (Burma dan Malaysia mendapat kemerdekaan dari Inggris tapi terbatas).
3.) Spanyol dan Portugal amat rakus (baru meninggalkan setelah didepak dengan kekerasan).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel