Candi Sukuh peninggalan sejarah di kota karanganyar

Candi Sukuh peninggalan sejarah di kota karanganyar - Satu lagi candi hindu yang terdapat di Kab Karanganyar. Lokasinya tidak jauh dari Candi Cetho. Candi yang berbentuk hampir mirip dengan piramida bangsa maya di mexico ini diberi nama Candi Sukuh. Berlokasi di dukuh Berjo, desa Sukuh, kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Berbeda dengan candi atau piramida lainnya yang setiap kita masuk ke dalamnya tidak bisa sampai di atap atau bagian paling atas bangunan. 

Berbeda dengan Candi Sukuh, dengan desain yang sederhana dan terdapat sebuah lorong yang bisa digunakan untuk menuju ke atap candi dengan mudah. Hal ini karena masyarakat Jawa yakin bahwa atap merupakan pelambangan dari surga, dan Surga adalah tempat paling dekat dengan Tuhan.  Jadi dibangun sebuah lorong langsung menuju ke atap candi dengan tujuan setiap orang bisa dengan mudah untuk mencapai ke surge dan dekat denga Tuhan Yang Maha Esa.

Candi Sukuh peninggalan sejarah di kota karangayar

Candi Sukuh bisa dibilang merupakan candi termuda. Dibangun masyarakat Hindu Tantrayana tahun 1437. Candi yang penuh dengan cerita sexualitas ini memang berbeda dengan candi candi yang terdapat di Jawa  Tengah dan Jogja. Kebanyakan Candi di Jawa Tengah dan Jogja selalu menghasap ke Timur. Mengingat pada saat itu Matahari sangat di puja. Candi Sukuh menghadap berlawanan yaitu menghadap ke Barat.

Candi Sukuh dapat dijangkau kurang lebih satu jam dari Kota Solo. Untuk rute sama dengan rute menuju ke Tawangmangu, namun setelah 200 meter dari Pasar Karangpandan atau Terminal Karangpandan Anda bisa mengambil arah kekiri. Ada papan penunjuk jalan yang akan memandu Anda.

Candi Sukuh peninggalan sejarah di kota karangayar

Akses menuju kesana pun lumayan susah. Kendaran pribadi dengan performa yang baik sangat kami sarankan. Karena jalan yang cukup menanjak tajam dan jarangnya transportasi publik yang melayani rute ini. Jadi bagi Anda yang berencana mengunjungi candi ini, kesehatan kendaraan perlu Anda perhatikan terlebih dahulu atau bisa menghubungi kami. Kami siap memadu perjalanan Anda ke Candi Sukuh.

Tidak perlu khawatir dengan apa yang akan Anda dapatkan di Candi Sukuh ini. Pengorbanan untuk sampai di sini akan terbayar dengan keindahan dan pengetahuan yang bisa Anda dapatkan. Dengan HTM yang sangat murah, yaitu Rp. 3500,-/orang untuk wisatawan domestic dan Rp. 10.000,-/orang untuk wisatawan Asing.

Memang Candi Sukuh terkenal dengan Sexualitasnya. Namun jangan beranggapan negative terhadap candi ini.

Candi Sukuh peninggalan sejarah di kota karangayar

Terdapat relief bentuk kelamin laki-laki dan wanita yang dibuat hampir bersentuhan. Relief ini dilambangkan bukan cara pelampiasan hawa nafsu atau mengajarkan pornografi, tapi relief ini bercerita kesakralan hubungan antara suami istir yang merupakan curahan kasih sayang anak manusia untuk meneruskan keturunannya.

Terdapat juga relief yang menggambarkan rahim wanita sebagai tempat kehidupan pertama calon anak manusia.

Ada juga beberapa relief yang tidak saling berhubungan dan menceritakan masing-masing kisah.

Candi Sukuh peninggalan sejarah di kota karangayar

Seperti pada relief Pertama menceritakan Sadewa yang duduk dihadapan Dewi Durga dan diikuti punakawan dibelakangnya.

Candi Sukuh peninggalan sejarah di kota karangayar

Relief Kedua menceritakan Dewi Durga yang berubah menjadi Reksasi ( Raksasa Wanita ) dan diikuti dua Raksasa mengerikan Kalantaka dan Kalanjaya sedang mengancam akan membunuh Sadewa yang terikat di sebuah pohon.

Candi Sukuh peninggalan sejarah di kota karangayar

Relief Ketiga menceritakan Sadewa bersama Semar ( Salah satu punakawan ) sedang menyembukan seorang Petapa Buta  Tambrapetra dari kebutaannya.

Dan masih banyak relief lain yang bisa Anda temui di Candi Sukuh. Selain Relief dan Candi Utama, terdapat pula beberapa patung seperti Patung Burung Garuda, Kura-kura, gajah, celeng, dan Patung Manusia Bersayap tanpa Kepala.

Candi Sukuh peninggalan sejarah di kota karangayar

Kemudian ada sebuah bangunan kecil di depan candi utama yang disebut candi pewara. Di bagian tengahnya, bangunan ini berlubang dan terdapat patung kecil tanpa kepala. Patung ini oleh beberapa kalangan masih dikeramatkan sebab seringkali diberi sesajian.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel