Langsung ke konten utama

2 Macam Cara Pembuatan Karya Seni Musik yang Berwujud Aransemen

1. Jenis atau Bentuk Ciptaan Musik.

Jenis ciptaan musik meliputi : Komposisi, Improvisasi, aransemen atau transkripsi.

a. Komposisi.

Komposisi adalah suatu bentuk ciptaan yang tertulis, yang dapat dinikmati secara abadi, setelah komposisi sudah diperiksa oleh si pencipta dengan teliti, komposisi itu di lepas untuk diperdengarkan dan dinilai oleh publik. Masyarakatlah yang menentukan apakah cipta itu bermutu atau tidak.

b. Improvisasi.

Improvisasi adalah jenis karya cipta yang tidak bersifat abadi atau berlangsung sekali saja. Improvisasi bersifat tidak tertulis sehingga tidak dapat diulang kembali dalam bentuk serta intensitas yang sama. Misalnya seseorang memainkan sebuah organ tunggal yang pada saat itu juga dicipta, dia sudah melakukan improvisasi,  yang merupakan ekspresi langsung dari perasaan dan angan-angan musikal yang timbul pada saat itu.

2 Macam Cara Pembuatan Karya Seni Musik yang Berwujud Aransemen

c. Aransemen atau transkripsi.

Aransemen atau transkripsi adalah bentuk ciptaan yang dihubungkan dengan penulisan musik (aransemen artinya susunan, transkrip artinya alih tulis). Sebagai contoh sebuah komposisi untuk orkes simfoni yang besar dialihtuliskan menjadi sebuah karya musik untuk dimainkan dengan sebuah organatau piano saja, atau untuk dimainkan dengan beberapa alat musik kecil bisa juga untuk dimainkan dalam musik dangdut.

Selain persoalan teknis, transkripsi juga merupakan persoalan musikalitas. Transkripsi biasanya dipergunakan dalam bidang penelitian musik yang artinya mengalihkan musik yang didengar ke dalam suatu tulisan musik. Lagu-lagu tradisional dapat kita aransir menjadi lagu musik Nasional sehingga dapat dimainkan dan diterima secara umum. Aransemen membuat lagu lebih indah dan representatif dari bentuk aslinya.

2. Jenis Karya Seni Musik Berdasarkan Wujudnya.

a. Lagu atau nyanyian.

Lagu atau nyanyian adalah seni musik yang berupa rangkaian nada-nada dengan atau tanpa teks (partitur) sebagai ungkapan pikiran dan perasaan (ekspresi).

b. Aransemen.

Aransemen adalah alat karya musik tambahan yang berupa hiasan, sengaja disusun untuk menambah variasi keindahan dari suatu komposisi tertentu yang sudah ada sebelumnya, agar dapat menarik dalam penyajiannya.

Agar lagu dicipta bernilai indah dan srtistik, perlu diadakan variasi atau hiasan, penambahan berupa teks, iringan, dan irama yang dapat dilakukan sendiri, bersama orang lain atau kelompok. Cara pembuatan karya seni musik yang berwujud aransemen ada dua macam :

1. Secara tidak tertulis.

Pada aransemen tidak tertulis penambahan garap (improvisasi) bisa dilakukan secara bebas, sifatnya pribadi, spontan, dan sesaat.

2. Secara tertulis.

Aransemen tertulis memungkinkan menambahkan berupa penulisan notasi secara lengkap sampai pada bagian-bagian yang terkecil, namun terkadang terbatas pada jenis aransemen yang memakai simbol akord. Kelengkapan sisa penambahan variasi diserahkan pada penyanyi perorangan atau kelompok. Bahan yang dipersiapkan untuk membuat aransemen antara lain berupa naskah lagu asli, imajinasi, kreativitas, bakat, pengetahuan musik, pengetahuan sifat suara manusia dan alat-alat musik.


c. Musik campuran.

Musik campuran merupakan hasil karya seni musik secara lengkap yang berupa lagu beserta aransemennya. Contoh : pada setiap penampilan pengeluaran atau pertunjukkan orkes, keroncong, band, dangdut, campursari, jazz. Semua tersebut berwujud musik campuran.

Postingan populer dari blog ini

Arti makna Nefo dan Oldefo

Federasi Malaysia nantinya beranggotakan semua bekas jajahan Inggris di wilayah Asia Tenggara. Usaha pembentukan Federasi Malaysia juga mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, khususnya dan negara-negara Barat pada umumnya. Pemerintah Indonesia yang ketika itu dipimpin oleh Presiden Soekarno melihat pembentukan Federasi Malaysia menyatakan bahwa itu merupakan bentuk kolonialisme baru.
Apalagi, pada saat itu berkembang wacana The New Emerging Forces (Nefo) melawan The Old Established Forces (Oldefo). Nefo adalah lambang kelompok negara-negara yang baru merdeka atau yang menentang imperialisme dan kolonialisme, sosialisme, serta komunis.

Pengertian Nefo, Oldefo, Ganefo

Oldefo adalah lambang negara-negara yang telah mapan dan melaksanakan imperialisme dan kolonialisme/kapitalisme dan negara sedang berkembang yang cenderung pada imperialisme/kolonialisme. Dengan demikian apapun bentuknya imperialisme dan kolonialisme harus dihapuskan.
Pada umumnya hubungan antara negara-negara yang bar…

Materi kandungan Q.S. Yunus ayat 101 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 164

a. Kandungan Q.S. Yunus ayat 101
1. Allah SWT menyerukan kepada Rasulullah SAW, orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan agar mereka mau memperhatikan dan berpikir tentang jagad raya ini.


2. Di jagad raya Allah SWT telah menciptakan bintang, bulan, matahari, bumi, langit, asteroid, planet, dan lain-lain.
3. Allah SWT menciptakan matahari dengan sinarnya yang terang hanyalah satu dari sekitar 100 miliar bintang yang terdapat dalam galaksi Bimasakti.
4. Allah SWT telah menciptakan planet, komet, asteroid, meteor, dan satelit yang mengorbit, sebagai benda-benda langit yang senantiasa mengelilingi matahari.
5. Dialah Allah SWT yang menciptakan bumi ini untuk seluruh makhluk yang hidup dan berkembang biak di dalamnya yang memiliki jarak 149.600.000 km antara bumi dan matahari.
b. Kandungan Q.S. Al-Baqarah ayat 164
1. Langit terdiri dari berbagai jenis benda-benda yang berkelompok. Setiap kelompok memiliki tatanannya sendiri secara beraturan dan setiap satuan da…

Beberapa pendapat peristiwa G 30 S/PKI

Menurut Cleren W. Hall dalam Readers Digest edisi November 1996 peristiwa G 30 S/PKI sebagai manuver PKI dan Sukarno untuk melanjutkan skenario politik yang telah mereka susun selama Demokrasi Terpimpin . Versi ini menyimpulkan bahwa Sukarno dan PKI dalang dibalik peristiwa tersebut.
Menurut Benedick Richard Ogusman Anderson dan Ruth Mc. Key yang dikenal sebagai Curnell Paper. Sebuah artikel yang menyimpulkan peristiwa G 30S/PKI adalah peritiwa listen AD dan PKI bukanlah dalangnya.

Sedangkan Peter Dele Scott, menulis dalam Pasific Affairs (1984), bahwa CIA adalah dalang dibelakang G 30 S/PKI. Sementara Kathy Kadene, wartawati kantor berita State New Servis AS, menyatakan bahwa CIA telah memberikan 5000 nama tokoh PKI kepada Angkatan Darat 1965 yang kemudian dibunuh akibat kegagalan G 30 S/PKI.
Kemudian menurut buku putih yang diterbitkan oleh Sekneg mengungkap keterkaitan Presiden Soekarno tidak dinilai sebagai aktor pasif. Presiden Soekarno hanya memberi peluang PKI untuk memenuhi a…