Langsung ke konten utama

Manfaat apresiasi dari masyarakat primitif

Dalam keadaan bagaimanapun, seni selalu hadir dan diperlukan oleh masyarakat. Dari masyarakat primitif sampai masyarakat modern, seni selalu memainkan peranan yang sangat penting. Perkembangan masyarakat modern menyebabkan seni selalu memainkan peranan yang sangat penting. Perkembangan masyarakat dengan budaya modern memerlukan pendidikan seni sebagai penyeimbang pola pikir dan hidup yang serba matrealis.

Seni dapat membuka pandangan masyarakat tentang dunia yang kongkrit, unik dan menakjubkan. Dalam era modern, seni tidak hanya dinikmati dalam waktu senggang. Seni tidak hanya mengasyikkan sebagian orang yang mempunyai perasaan dan instuisi tertentu, tetapi seni mengandung pesan atau misi untuk menyampaikan nilai dari pengalaman estetika seniman, seni mendidik ke arah kreativitas artistik yang mempunyai ansil dalam membentuk masa depan bangsa.

Manfaat apresiasi dari masyarakat primitif

Pengalaman estetik yang diperoleh dari tanggapan terhadap karya kurang lebih akan mempengaruhi moral dan sikap sampai pada perilaku siswa yang sedang tumbuh yang memiliki kebiasaan suka meniru dan mengikuti mode yang sedang berkembang. Mereka akan mudah terkena pengaruh dari lingkungan masing-masing. Seni dapat membentuk moral generasi muda karena antara estetika dan etika saling berhubungan dan saling mengisi.

Baca juga selanjutnya Proses apresiasi karya seni.

pabila di dalam masyarakat dikatakan terjadi kemerosotan atau dekadensi moral, akibatnya akan terjadi pergeseran-pergeseran nilai etika. Hal itu dimungkinkan karena interprestasi yang salah terhadap dunia seni dan film khususnya, walaupun faktor ini bukan merupakan salah satu penyebab. Barangkat dari kenyataan tersebut, pendidikan seni dapat digunakan sebagai sarana untuk meluruskan kembali, mendidik, dan membentuk sikap etis terutama seni yang kreatif, nyaman, indah, serta menyegarkan.

Postingan populer dari blog ini

Arti makna Nefo dan Oldefo

Federasi Malaysia nantinya beranggotakan semua bekas jajahan Inggris di wilayah Asia Tenggara. Usaha pembentukan Federasi Malaysia juga mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, khususnya dan negara-negara Barat pada umumnya. Pemerintah Indonesia yang ketika itu dipimpin oleh Presiden Soekarno melihat pembentukan Federasi Malaysia menyatakan bahwa itu merupakan bentuk kolonialisme baru.
Apalagi, pada saat itu berkembang wacana The New Emerging Forces (Nefo) melawan The Old Established Forces (Oldefo). Nefo adalah lambang kelompok negara-negara yang baru merdeka atau yang menentang imperialisme dan kolonialisme, sosialisme, serta komunis.

Pengertian Nefo, Oldefo, Ganefo

Oldefo adalah lambang negara-negara yang telah mapan dan melaksanakan imperialisme dan kolonialisme/kapitalisme dan negara sedang berkembang yang cenderung pada imperialisme/kolonialisme. Dengan demikian apapun bentuknya imperialisme dan kolonialisme harus dihapuskan.
Pada umumnya hubungan antara negara-negara yang bar…

Materi kandungan Q.S. Yunus ayat 101 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 164

a. Kandungan Q.S. Yunus ayat 101
1. Allah SWT menyerukan kepada Rasulullah SAW, orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan agar mereka mau memperhatikan dan berpikir tentang jagad raya ini.


2. Di jagad raya Allah SWT telah menciptakan bintang, bulan, matahari, bumi, langit, asteroid, planet, dan lain-lain.
3. Allah SWT menciptakan matahari dengan sinarnya yang terang hanyalah satu dari sekitar 100 miliar bintang yang terdapat dalam galaksi Bimasakti.
4. Allah SWT telah menciptakan planet, komet, asteroid, meteor, dan satelit yang mengorbit, sebagai benda-benda langit yang senantiasa mengelilingi matahari.
5. Dialah Allah SWT yang menciptakan bumi ini untuk seluruh makhluk yang hidup dan berkembang biak di dalamnya yang memiliki jarak 149.600.000 km antara bumi dan matahari.
b. Kandungan Q.S. Al-Baqarah ayat 164
1. Langit terdiri dari berbagai jenis benda-benda yang berkelompok. Setiap kelompok memiliki tatanannya sendiri secara beraturan dan setiap satuan da…

Beberapa pendapat peristiwa G 30 S/PKI

Menurut Cleren W. Hall dalam Readers Digest edisi November 1996 peristiwa G 30 S/PKI sebagai manuver PKI dan Sukarno untuk melanjutkan skenario politik yang telah mereka susun selama Demokrasi Terpimpin . Versi ini menyimpulkan bahwa Sukarno dan PKI dalang dibalik peristiwa tersebut.
Menurut Benedick Richard Ogusman Anderson dan Ruth Mc. Key yang dikenal sebagai Curnell Paper. Sebuah artikel yang menyimpulkan peristiwa G 30S/PKI adalah peritiwa listen AD dan PKI bukanlah dalangnya.

Sedangkan Peter Dele Scott, menulis dalam Pasific Affairs (1984), bahwa CIA adalah dalang dibelakang G 30 S/PKI. Sementara Kathy Kadene, wartawati kantor berita State New Servis AS, menyatakan bahwa CIA telah memberikan 5000 nama tokoh PKI kepada Angkatan Darat 1965 yang kemudian dibunuh akibat kegagalan G 30 S/PKI.
Kemudian menurut buku putih yang diterbitkan oleh Sekneg mengungkap keterkaitan Presiden Soekarno tidak dinilai sebagai aktor pasif. Presiden Soekarno hanya memberi peluang PKI untuk memenuhi a…