Menampilkan Lagu yang Telah Diaransir

Setelah kita berkarya musik membuat aransemen lagu tradisional, selanjutnya kita tampilkan atau kita sajikan di depan kelas. Penampilan atau penyajian bisa dalam bentuk musik vokal, instrumental atau campuran. Agar dapat menampilkan atau mendemonstrasikan dengan baik dan benar diperlukan teknik-teknik penampilan, teknik vokal, dan teknik memainkan alat musik (instrumen) yang benar.

1. Bentuk-Bentuk Penampilan (Penyajian Musik).

Bentuk penampilan musik, terdiri 3 macam yaitu musik vokal, musik instrumental, dan musik campuran :

a. Musik vokal (seni suara).

Musik Vokal cara penyajiannya dengan menggunakan suara manusia (perorangan atau kelompok).

b. Musik Instrumental.

Musik instrumental adalah suatu karya seni yang disajikan dengan menggunakan suara dari alat-alat musik, berupa alat musik ritmis, melodis, harmonis, atau campuran.

c. Musik campuran.

Musik campuran merupakan sajian perpaduan antara seni suara (vokal) dan instrumental. Musik campuran dapat berupa suara manusia (penyanyi) yang diiringi dengan alat musik (instrumen).

Menampilkan Lagu yang Telah Diaransir

2. Kelompok Seni Musik.

Agar lebih jelas mengetahui kelompok seni musik dapat dilihat dengan bagan.

3. Teknik Penampilan Musik Vokal.

Menampilkan lagu yang telah diaransir di kelas dengan musik vokal (bernyanyi) perlu pengetahuan dan teknik vokal. Musik vokal adalah musik yang dibunyikan dengan suara manusia (mulut) atau disebut menyanyi.

a. Teknik bernyanyi.

Vokalis atau penyanyi yang baik dalam menyanyikan lagu pendengaran, pembentukan suara, lafal atau ucapan, pembawaan lagu, sikap dalam bernyanyi, dan kondisi tubuh yang prima. Dasar latihan vokal berusaha agar menjadikan semua bunyi menjadi huruf-huruf hidup. Latihan vokalis bertujuan untuk memelihara dan menyempurnakan sambungan huruf hidup dengan segala seluk-beluknya supaya menjadi bulat, bersih, merdu, dan indah. Bunyi vokal ialah bunyi ujaran yang terjadi karena udara yang keluar dari paru-paru tidak mendapat rintangan (A, I, U, E, O).

Perbedaan keadaan jasmani manusia menjadikan suara-suara yang dihasilkan berbeda pula. Hal ini disebabkan oleh :
  • Dinamika lagu (keras-lembut dan naik-turunnya nada-nada).
  • Tempo dan lagunya (banyaknya ketukan dalam tiap biramanya).
  • Pembawaan (mimik muka dan gerak yang sesuai dengan tema lagu).

b. Jenis musik (bernyanyi).

Jenis-jenis vokal antara lain sebagai berikut :
  • Solo : Bernyanyi tunggal.
  • Duet : Bernyanyi dua orang.
  • Trio : Bernyanyi tiga orang.
  • Kwartet : Bernyanyi empat orang.
  • Kwintet : Bernyanyi lima orang.
  • Sekstet : Bernyanyi enam orang.
  • Septet : Bernyanyi tujuh orang.
  • Oktet : Bernyanyi delapan orang.
Bernyanyi lebih dari 8 orang disebut koor atau paduan suara.

c. Paduan suara.

Paduan suara (koor) dapat dibawakan oleh anak-anak, pria dan wanita dewasa atau campuran (pria dan wanita). Susunan suara yang baik dalam paduan suara adalah :
  • Sopran.
  • Alto.
  • Tenor.
  • Bass.

Susunan suara ini biasa disingkat (SATB) dengan perbandingan atau komposisi 3 suara sopran, 2 suara alto, 3 suara tenor dan 3 suara bass. Komposisi (susunan), Kelompok paduan suara yang ideal adalah sebagai berikut :
  • Paduan suara wanita terdiri dari suara I (sopran), suara II (mezzosopran), dan suara III (alto).
  • Paduan suara pria terdiri dari suara I (tenor), suara II (bariton), dan suara III (bass).
  • Paduan suara campuran pria dan wanita yaitu : Wanita, terdiri atas suara I (sopran) dan suara II (alto) serta pria, terdiri atas suara III (tenor) dan suara IV (bass).

4. Teknik Permainan Musik Instrumental untuk Penampilan Musik.

Instrumen artinya alat musik, instrumental (instrumentalia) adalah memainkan suatu lagu dengan alat-alat musik tanpa nyanyian, dan instrumentalis yaitu pemain-pemain instrumen.

a. Jenis instrumen.

Jenis instrumen sangat banyak dan dapat dibagi menjadi empat golongan sebagai berikut :
  • Jenis Idiophone yang dimainkan dengan cara dipukul. Contohnya adalah gong, triangel, kolintang, gambang, saron, dan arumba.
  • Jenis Membranophone yang terbuat dari bahan selaput kulit dengan getaran bunyi karena dipukul. Contohnya adalah snar drum, kendang, tenor, gongo, dan rebana.
  • Jenis Chordophone yang terbuat dari senar tali yang menghasilkan bunyi atau getaran dengan cara di gesek seperti biola, rebab, cello, tarawangsa. Di petik seperti gitar, harpa, ukulele. Di tekan seperti piano, organ.
  • Jenis Aerophone yaitu alat musik yang berbunyi karena sentuhan udara. Udara yang menyebabkan getaran diatur oleh lubang-lubang atau lidah-lidah. Contohnya adalah terompet, clarinet, seruling, harmonika, dan akordeon.
b. Latihan teknik dasar alat musik.

Setiap alat musik mempunyai teknik dasar permainan yang berbeda. Syarat untuk dapat praktik instrumen adalah dapat membaca dan menyanyikan notasi yang digunakan. Setelah menguasai membaca notasi, baru kita melangkah pada teknik dasar bermain musik. Di sini dikemukakan cara berlatih memainkan alat musik sederhana untuk perorangan dengan tujuan untuk dapat membunyikan alat musik dan untuk dapat mengiringi atau menyajikan lagu.

5. Memainkan Alat Musik Melodis dan Ritmis.

Alat musik melodis adalah alat musik yang memiliki nada. Jumlah nada minimal dua oktaf. Alat musik melodis lebih mengutamakan tinggi rendahnya nada dari melodi sebuah lagu.

Menampilkan Lagu yang Telah Diaransir

a. Cra memainkan recorder atau seruling.

Cara memainkan recorder atau seruling adalah sebagai berikut :
  • Sumber bunyi (tiupan) diletakkan di antara kedua bibir.
  • Gunakan napas sehemat mungkin dengan pernapasan perut.
  • Posisi meniup harus benar sehingga tidak menimbulkan bunyi yang tidak enak didengar (melengking).
  • Letakkan posisi jari pada lubang tekanan dan jari jangan kaku (tegang) usahakan jari terampil dan ringan.
  • Latihan dengan lagu yang sederhana.

b. Posisi badan saat memainkan recorder.

Posisi badan saat memainkan recorder adalah sebagai berikut :
  • Badan senantiasa dalam posisi tegap.
  • Dada jangan terlalu banyak bergerak mengembang atau mengempis.
  • Bahu jangan terlalu banyak bergerak naik maupun turun.

c. Posisi penjarian pada bagian-bagian dari recorder.

Posisi penjarian pada bagian-bagian dari recorder dapat dilihat di gambar tersebut. Ketika meletakkan jari pada recorder, tiap jari mempunyai fungsi atau tugas tertentu. Sebelum dibunyikan recorder distem lebih dahulu. Cara menyetem recorder makin renggang nadanya makin rendah. Untuk memainkan recorder posisi badan tegap (berdiri tegak).

d. Teknik penjarian pada recorder dengan nada-nada kromatis (recorder sopran).

Teknik penjarian pada recorder dengan nada-nada kromatis (recorder sopran) dapat dilihat pada gambar berikut ini.

e. Teknik penjarian pada melodidka dan pianika.

Pianika adalah alat musik tiup 9acrophone) yang memiliki suara rendah untuk iringan atau bas. Suara tinggi dan sedang untuk melodi. Dalam memainkan melodika dan pianika yang perlu diperhatikan adalah :
  • Tiupan harus stabil.
  • Tangan kiri untuk memegang dan jari-jari tangan kanan untuk mencari nada.

Masih banyak alat-alat musik melodis atau untuk penampilan musik melodis untuk menampilan musik tradisional, antara lain seperti : Siter, tehyan, rebab, saron, gambang, demung, angklung, cakung, kolintang, kecapi, seruling atau suling, leledi, serunai. Penampilan dengan alat musik ritmis nada musik tradisional banyak macamnya antara lain : kendang, tifa, bongo, ketipung, terbang, taamborin, kentongan, ceng-ceng (babi), jidur, bedug, marwas, kendang melayu, telempong patih, rebana.

6. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penampilan Musik.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penampilan musik agar penonton tertarik atau simpati, antara lain sebagai berikut ini :
  • Penguasaan teknik memainkan alat musik atau instrumen.
  • Alat-alat musik distem terlebih dahulu sebelum dimainkan (siap pakai). Jangan sampai pada saat naik ke pentas baru mulai menyetem yang dapat mengganggu pendengaran penonton dan menjadi kurang simpati.
  • Pembawa irama (ritme) seperti drum atau kendang agar menjaga (beat) yang tetap. Terkadang membawa beat yang makin lama biramanya makin cepat dan diikuti pemain musik lain sehingga tampak berkejaran.
  • Bila ingin mengembangkan improvisasi, pemain melodi jangan keluar dari pola. Sebaiknya, mengikuti perkembangan akord-akord yang dimainkan oleh gitar pengirimnya.
  • Tidak memainkan alat sendiri terlalu keras (mendominasi) sehingga suara alat-alat yang lainnya kalah atau tidak terdengar dan tidak ada harmonis.

Baca juga selanjutnya



Dlam penyajian musik, penggunan unsur-unsur yang di luar musik usahakan untuk dihindari.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel